Kajian Etnolinguistik dalam Tradisi Ruwatan pada Masyarakat Bojonegoro

Authors

  • Azzahra Fitri Yananda IKIP PGRI Bojonegoro
  • Fany Ameilia Kurniatus Sholehah IKIP PGRI Bojonegoro
  • Nia Aliyatus Shofiya IKIP PGRI Bojonegoro
  • Adinda Septi Romadhoni IKIP PGRI Bojonegoro
  • Farida Agustina IKIP PGRI Bojonegoro
  • Dyah Siti Lestari IKIP PGRI Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5183

Keywords:

Etnolinguistik, Tradisi Ruwatan, Masyarakat Bojonegoro

Abstract

abstrak—Penelitian ini mengkaji tradisi ruwatan masyarakat Bojonegoro di Desa Growok dan Desa Kunci melalui pendekatan etnolinguistik. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan ruwatan, mengungkap makna leksem yang digunakan, serta mengidentifikasi nilai budaya dan religius yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwatan di Desa Growok masih dipengaruhi oleh kepercayaan kejawen dan unsur sengkala, sedangkan di Desa Kunci lebih dimaknai sebagai kegiatan religius dan sosial. Kajian etnolinguistik menunjukkan bahwa leksem-leksem dalam tradisi ruwatan merepresentasikan hubungan antara bahasa, budaya, dan sistem kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, ruwatan tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sosial masyarakat yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

Kata kunci—Etnolinguistik, Tradisi Ruwatan, Masyarakat Bojonegoro

 

Abstract—This study examines the ruwatan tradition of the Bojonegoro community in Growok and Kunci Villages through an ethnolinguistic approach. The research aims to describe the implementation of ruwatan, explore the meanings of the lexemes used, and identify the cultural and religious values embedded within the tradition. A qualitative method was employed, with data collected through interviews with local community leaders. The findings reveal that the ruwatan tradition in Growok Village is still influenced by Javanese spiritual beliefs (kejawen) and the concept of sengkala, while in Kunci Village it is primarily understood as a religious and social activity. The ethnolinguistic analysis demonstrates that the lexemes used in the ruwatan tradition reflect the close relationship between language, culture, and the community’s belief system. Therefore, ruwatan functions not only as a cultural ritual but also as an important part of social identity that continues to evolve alongside societal changes.

Keywords— Ethnolinguistics, Ruwatan Tradition, Bojonegoro Society

References

Akhwan, M., Suyanto, S., & Purwanto, M. R. (2010). Pendidikan moral masyarakat Jawa (studi nilai-nilai pendidikan moral dalam tradisi ruwatan). Millah: Journal of Religious Studies, 207-226. DOI https://doi.org/10.20885/millah.vol9.iss2.art3.

Dini, R., Anggrestia, N. V., & Afkar, T. (2024). Makna dan fungsi ungkapan pamali dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di desa Bendung kabupaten Mojokerto: kajian etnolinguistik. dinamika pembelajaran: Jurnal pendidikan dan bahasa, 1(3), 162-176. https://doi.org/10.62383/dilan.v1i3.474.

Fadhilla, A. N., Rahmatia, R., & Ulhaq, S. D. (2023). Kajian Etnolinguistik: Toponimi nama Jalan di kelurahan Margasari Tangerang. Jurnal Sastra Indonesia, 12(3), 271-277. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i3.72894.

Fadlilah, N. D., Rodiyah, A., Wulandari, N., Erdianto, M. F., Yudhanta, M. F. A., & Noor, A. M. (2024). Tradisi Ruwatan Pada Prespektif Islam Masyarakat Demak Jawa Tengah. At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 1-15. DOI https://doi.org/10.32665/attuhfah.v13i1.1680.

Firliyana, N., Afria, R., & Fardinal, F. (2023). Nilai-nilai kultural dalam pakaian adat perempuan pada masyarakat Melayu di kawasan seberang kota Jambi kajian etnolinguistik. titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2), 427-436. https://doi.org/10.22437/titian.v7i2.29977.

Ghofir, J., & Pratama, D. Y. (2023). Akulturasi Budaya Tradisi Ruwatan Anak Tunggal Dalam Ajaran Islam di Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 3(1), 16-23. DOI https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v3i1.301.

Hidayat, A. (2015). Unsur-unsur intrinsik dan nilai-nilai psikologis dalam naskah drama “matahari di sebuah jalan kecil” karya Arifin C Noor sebagai alternatif pemilihan bahan ajar sastra di SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 1-6. Doi https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v5i2.183.

Kuriandini, D. N., & Artono, A. (2021). Tradisi Ruwatan Agung Nuswantara di Kabupaten Mojokerto Periode 1959-2019. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(2). Retrieved from Vol. 17 No. 2 (2026): April | Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah.

Manshur, A., & Anas, AA (2026). Representasi nilai-nilai budaya dalam wacana pernikahan tradisional Jawa: Studi etnolinguistik upacara pernikahan. Jurnal EXPLORER , 6 (1), 58-83. https://doi.org/10.30739/peneroka.v6i1.4507.

Risqiyah, LI, Rofiq, A., & Manshur, A. (2025). Bahasa dan Identitas Budaya: Studi etnolinguistik pada masyarakat osing di kabupaten Macan Putih, Banyuwangi. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra , 11 (2), 2161-2173. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5631.

Setiawan, E. (2018). Tradisi ruwatan murwakala anak tunggal dalam tinjauan sosiokultural masyarakat Jawa. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 2(2), 129-138. DOI https://doi.org/10.30762/asketik.v2i2.1076.

Sulistiyarini, S., & Handayani, WR (2023). Seni tradisi lisan topeng hitam di kabupaten Magelang: Kajian etnolinguistik. Metahumaniora , 13 (2), 114-122. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43480.

Suwarno, S. (2021). Pembebas Di Antara Mereka Yang Terancam: Mendialogkan Filosofi Ruwatan Dengan Teologi Pendamaian Dalam 1 Yohanes 2: 2 Dan 1 Yohanes 4: 10. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 1(1), 39-53. DOI https://doi.org/10.21460/aradha.2021.11.648.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles