Analisis Perubahan Makna Kata “Toxic” dalam Bahasa Gaul pada Media Sosial TikTok “Tirtaaa”

Penulis

  • Eli Susanti IKIP PGRI Bojonegoro
  • Abdulloh Hamam IKIP PGRI Bojonegoro
  • Sandra Dwi Aulia IKIP PGRI Bojonegoro
  • Indah Wiji Lestari IKIP PGRI Bojonegoro
  • Sutrimah Sutrimah IKIP PGRI Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.4912

Kata Kunci:

Bahasa Gaul, Perubahan Makna, Sosial Media

Abstrak

abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kata “Toxic” dalam bahasa gaul yang digunakan pada media sosial TikTok, khususnya pada akun “Tirtaaa”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bahasa di media sosial yang menyebabkan terjadinya pergeseran makna pada sejumlah kosakata populer di kalangan remaja. Kata “Toxic” yang awalnya berasal dari bahasa Inggris dengan makna “beracun” mengalami perluasan dan perubahan makna dalam komunikasi sehari-hari di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data penelitian berupa unggahan, komentar, dan tuturan pada konten TikTok akun “Tirtaaa” yang mengandung penggunaan kata “Toxic”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk penggunaan kata, konteks pemakaian, serta perubahan makna yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata “Toxic” mengalami perubahan makna dari makna denotatif menjadi konotatif. Dalam bahasa gaul TikTok, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan perilaku, hubungan, atau ucapan yang dianggap negatif, merugikan, berlebihan, atau memicu konflik. Selain itu, penggunaan kata “Toxic” juga mengalami perluasan makna sebagai bentuk ekspresi humor dan sindiran di kalangan pengguna media sosial. Dengan demikian, media sosial berperan besar dalam memengaruhi perkembangan dan perubahan makna bahasa di masyarakat, khususnya pada generasi muda.

Kata kunci—Bahasa Gaul, Perubahan makna, Sosial Media

Abstract— This research aims to analyze the semantic change of the word “Toxic” in slang language used on the social media platform TikTok, particularly on the account “Tirtaaa.” The study is motivated by the development of language on social media, which has caused shifts in meaning in several popular vocabularies among teenagers. The word “Toxic,” which originally comes from English meaning “poisonous,” has undergone an expansion and shift in meaning in daily communication on social media. The research method used is a qualitative descriptive method with a semantic approach. The research data consist of uploads, comments, and utterances in TikTok content from the account “Tirtaaa” that contain the use of the word “Toxic.” Data collection techniques were carried out through observation and documentation, while data analysis was conducted by identifying the forms of word usage, the context of use, and the semantic changes that occurred. The results of the study show that the word “Toxic” has experienced a change in meaning from denotative to connotative meaning. In TikTok slang language, the word is used to describe behaviors, relationships, or expressions that are considered negative, harmful, excessive, or conflict-triggering. In addition, the use of the word “Toxic” has also expanded as a form of humor and satire among social media users. Therefore, social media plays a major role in influencing the development and semantic changes of language in society, especially among the younger generation.

KeywordsSlang Language, Semantic Change, Social Media

Referensi

Abd Rahman, B. P., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani, Y. (2022). Pengertian pendidikan, ilmu pendidikan dan unsur-unsur pendidikan. Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1-8 https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/91021639/7757_24249_1_PB_2_-libre.pdf?1663123266=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DPENGERTIAN_PENDIDIKAN_ILMU_PENDIDIKAN_DA.pdf&Expires=1778337473&Signature=Z~uGO0q2TtGArA4oelVqEh5QLP~PNWKMNtuXMsDTdIdisenl0PJxRzsgqCrmKh1MPPuLUxVWUI5mmCNMbDEu84Y-m4JAs1Ovk36XVfXpxYYqEDtYlt8hek~GqjrrgKQIziEN7SCg86nU6nLV-E28~apzQSoFQq9DoLH4hscfRaOGNWHzoS-NNi20J965SMs4bdtprCfd8oUvABiiTeZV8NtLSc2BErtAXtNh0JqVbfQt4UewXft1gr-Tnu~49y62T6MrwIg5oMaCUaDYGVfff6569xbEJudJFkO~Z-syLz7RnSFT5HhVM4TAkHTj~1vGwzUtWQKQvo8VchbkwiA6ZQ__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA.

Alika, S. D., Dewi, A. P., Anggara, I. R., Shabrany, R. H., & Madhasatya, S. Y. (2022). Urgensi Penggunaan Tata Bahasa yang Baik dalam Berkomentar di Aplikasi Media Sosial Tiktok Terhadap Kesehatan Mental dan Pembentukan Karakter pada Siswa SMP dan SMA. Jurnal Paedagogy, 9(3), 400-409. https://doi.org/10.33394/jp.v9i3.5312.

Andini, A. V., Nurbayani, S., & Abdullah, M. N. A. . (2025). Toxic Online Disinhibition: Dampak Sosial Budaya Penggunaan Kalimat Sarkasme (Studi Netnografi pada Komunitas Marah Marah Media Sosial X). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(7), 8005-8014. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i7.8520.

Ansori, M. S. (2021). Perubahan makna bahasa: Semantik-leksiologi. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 22(2), 151-162. https://doi.org/10.19184/semiotika.v22i2.24651.

Ariyanti, R. P., & Iman, A. N. (2025). Analisis Resepsi Toxic Relationship Pada Remaja Perempuan Melalui Konten Tiktok. Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan, 7(1). https://doi.org/10.31599/8yhcq446.

Arnianti, A. (2019). Teori Perkembangan Bahasa. PENSA, 1(1), 139-152. https://doi.org/10.36088/pensa.v1i1.352.

Bangun, O. E., Siagian, P. T., Gaol, A. L., & Pulungan, I. M. (2024). Penggunaan Bahasa Gaul di Sekolah Dasar: Analisis Dampak Terhadap Perkembangan Bahasa dan Solusinya. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 9. eee57b752ca2badd3b946cbc68ed3e59d95f.pdf

Desrina, I., & Yelliza, M. (2025). Strategi Komunikasi Bahasa Gaul Remaja di Media Sosial dan Implikasinya pada Bahasa Resmi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 21524–21529. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.30733.

Dewani, S. L., Presida, S. B., Saputra, A. F., & Putri, C. S. (2024). Realitas penggunaan bahasa Indonesia dalam media sosial TikTok mahasiswa. Pubmedia Social Sciences and Humanities, 1(3), 1-14. https://pdfs.semanticscholar.org/1551/94bff9631d482b6ae1f69323069a4634b77d.pdf.

Djarijah, S. (2026). Fenomena Media Social Tiktok dan Perubahan Perilaku Siswa Madrasah Ibtidaiyah.Bantul, Yogyakarta: Hikam Media Utama.

Dwiansyah, M. F., Adilistia, C. C., & Aznah, A. (2026). Perubahan Makna Kata dalam Bahasa Indonesia Di Media Sosial. Tuntun: Jurnal Pendidikan, 2(1), 170–177. https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/tuntun/article/view/328.

Hanifah, D. U. (2023). Pentingnya memahami makna, jenis-jenis makna dan perubahannya. Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(1), 157-171. https://doi.org/10.36668/jih.v6i1.483.

Hikmah, Y. D., & Hasanudin, C. (2024, June). Eksplorasi konsep matematika dalam pembelajaran di sekolah dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 316-324). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2382/pdf.

Hikmah, Y. D., & Hasanudin, C. (2024, June). Eksplorasi konsep matematika dalam pembelajaran di sekolah dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 316-324). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2382/pdf.

Hilda, R. (2021). Komunikasi Merek Di Media Sosial & Penerapannya Pada TV Berita. Yogyakarta: Deepublish.

Kanda, A. S., & Kivania, R. (2024). Dampak Toxic relationship terhadap kesehatan mental. Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen, 2(1), 118-129. https://doi.org/10.47861/sammajiva.v2i1.790.

Katharina Woli Namang, Trisnawati Bura, & Yuni Frisanti Degu Bora. (2024). Dampak Bahasa Gaul terhadap Kemampuan Berbahasa Formal Remaja. Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa, 2(6), 88–92. https://doi.org/10.54066/jikma.v2i6.2828.

Katharina Woli Namang, Trisnawati Bura, & Yuni Frisanti Degu Bora. (2024). Dampak Bahasa Gaul terhadap Kemampuan Berbahasa Formal Remaja. Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa, 2(6), 88–92. https://doi.org/10.54066/jikma.v2i6.2828.

Kristinaupi, A. M., Sitaresmi, N., Sulistyaningsih, L. S., Gumilar, G. S., & Syahfitri, I. (2024). Fenomena Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia Dalam Konten Platform Instagram Dan X. Semantik, 13(1), 87-102. https://doi.org/10.22460/semantik.v13i1.p87-102.

Kustriyono, E., & Kurniawati, V. P. (2016). Perubahan makna dan faktor penyebab perubahan makna dalam media cetak. Jurnal Bahastra. Universitas Pekalongan, 35(2), 13-25. https://doi.org/10.36668/jih.v6i1.483.

Kusyairi, Asmiyati, & Riski Putriani. (2024). Analisis variasi bahasa sosiolek dalam video kumpulan toxic Brandon Kent. Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education, 2(4), 212–222. https://doi.org/10.61166/demagogi.v2i4.55.

Marssel Michael Sengkey, Nova Lisye Sinaulan, Airin Jesica Sondakh, Aristanthya Inria, & Schwarz Jitro Miclaren Tamboto. (2025). Dampak toxic relationship pada kesehatan mental dan fisik mahasiswa di Universitas Negeri Manado: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 2418–2424. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1228.

Mawara, R. E. (2025). Jurnalisme Etik Vs Ujaran Kebencian. Bandung: Penerbit Widina.

Nugraheni, Y. (2006). Perubahan makna pada istilah ekonomi. Value Added: Majalah Ekonomi dan Bisnis, 2(2). https://doi.org/10.26714/vameb.v2i2.659.

Puspita, W. R., & Hasanudin, C. (2024, June). Strategi untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar matematika siswa sekolah dasar melalui metode drill. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 1552-1561). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2585.

Puspita, W. R., & Hasanudin, C. (2024, June). Strategi untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar matematika siswa sekolah dasar melalui metode drill. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 1552-1561). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2585.

Qadir, A., & Ramli, M. (2024). Media sosial (definisi, sejarah dan jenis-jenisnya). Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2713-2724. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/1787.

Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1), 18-29.https://doi.org/10.33822/gk.v3i1.1704.

Rahmadhani, P., & Syaputra, E. (2022). Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 89–92. https://doi.org/10.37676/mude.v1i3.2339.

Rahman, M., Nursyabilah, I., Astuti, P., Syam, M. I., Mukramin, S. U., & Kurnawati, W. O. I. (2023). Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran. Journal on Education, 5(3), 10646-10653. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/113603343/1624-libre.pdf?1713750436=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DPemanfaatan_Media_Sosial_Sebagai_Media_P.pdf&Expires=1777116624&Signature=GJIdsMnvnkeu4mnXfdbslRRwu6ziGCu~UNMpdv3ibq1U~mbBDEwpebBqJzvYeoQR3bSGldEQW9261-uTt8qD30xwdTlMBHUAWDkW2NcDbCYl02Yw~62FyDo4QZBN~sMQ1XmUL4LHAjLevgIKG~fm7kMTKTtphnD13vlNiY9gYCHN9x7dNktX3pblNGp3e6MmbEgE-guVbjTau1pR1iuk3gEmd5FEO7HwMf5n9C8okwlZP8Iwah~J1UQCjlbF8lmGfmtA2pPRhrCgaWt-hls0XyIEf5da9pIN32zrFkChYBUdo8Nh7nI2WJDiObYW0Gikl4s72L-aZxTmiy-BpEXx-w__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA.

Rantung, A. L. W., Yauwcob, G. E., Suratno, I., Suandy, M. R., Waji, R. S., & Tunggawi, B. (2026). Toxic Online Behavior. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 1328–1335. https://doi.org/10.55681/swarna.v5i3.1912.

Rosmaini, R., Siahaan, B. M. G., Enjelika, T. N., Purba, M. br., & Simangunsong, I. (2024). Pengaruh Bahasa Gaul pada Kalangan Remaja di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27105–27113. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/16728.

Rosmaini, R., Siahaan, B. M. G., Enjelika, T. N., Purba, M. br., & Simangunsong, I. (2024). Pengaruh Bahasa Gaul pada Kalangan Remaja di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27105–27113. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/16728.

Saleh, N., & Iskandar. (2025). Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Mosikolah, 4(1), 515–521. https://pendidikan.e-jurnal.web.id/index.php/terbaru/article/view/193.

Santoso, B. (2017). Bahasa dan identitas budaya. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 1(1), 44-49. https://doi.org/10.14710/sabda.1.1.44-49.

Sari, Beta Puspa. 2015. “Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia”. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015, halaman 2-5. yanuar13,+3339+PENGGUNAAN+BAHASA+INDONESIA+DAN+BAHASA+GAUL+DI+KALANGAN+REMAJA.pdf.

Sholihatin , E., Maulana, A. T., Dharu, M. A., Rahmawan, H. F., Purwanto, R. F. A., & Himawan, S. A., (2025). Analisis Language Toxic dalam Aplikasi Game Online Mobile Legends. Economics and Digital Business Review, 5(2), 115–124. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i2.1530.

Sihombing, N. S., Pardede, E., Sihombing, A., Dewantara, N. (2022). Pemasaran Digital. Purwokerto Selatan: Penerbit Widina.

Umaroh, C., & Hasanudin, C. (2024, June). Teori bilangan: Mengenalkan jenis-jenis bilangan pada anak usia dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 370-378). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2457/pdf.

Umaroh, C., & Hasanudin, C. (2024, June). Teori bilangan: Mengenalkan jenis-jenis bilangan pada anak usia dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 370-378). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2457/pdf.

Wahyuni, N. (2022). Analisis Pengaruh Bahasa Gaul di Kalangan Siswa Sd Kelas Rendah Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia. Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 55–60. https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/sentra/article/view/3188.

Wulandari, R., Fawaid, F. N., Hieu, H. N., & Iswatiningsih, D. (2021). Penggunaan bahasa gaul pada remaja milenial di media sosial. Literasi: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 5(1), 64-76 http://dx.doi.org/10.25157/literasi.v5i1.4969.

Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. QUANTA: Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i2p83-91.1641.

Yuliarti, Y., Rustono, R., & Nuryatin, A. (2015). Tindak tutur direktif dalam wacana novel trilogi karya Agustinus Wibowo. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2). 10.15294/seloka.v4i2.9864.

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Articles