Pengaruh PBL Berbantu Video Pembelajaran Kinemaster terhadap Hasil Belajar IPS SMPN 1 Ngasem
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang didukung oleh media video pembelajaran berbasis aplikasi Kinemaster dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 1 Ngasem. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi sejauh mana model PBL berbantuan video mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap pencapaian akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe One-Group Pretest-Posttest, yang melibatkan 32 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah diterapkannya model PBL berbasis video. Skor rata-rata kelas meningkat dari 60,7 pada pretest menjadi 71,8 pada posttest, sementara tingkat ketuntasan belajar siswa melonjak dari 25% (8 siswa) menjadi 71% (23 siswa). Selain peningkatan secara kuantitatif, terlihat pula perubahan positif dalam perilaku belajar siswa, seperti meningkatnya partisipasi aktif, keberanian dalam mengemukakan pendapat, serta motivasi yang lebih tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil ini selaras dengan temuan dari berbagai penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa pendekatan PBL dan penggunaan media video mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dengan dukungan teknologi video menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam mengatasi rendahnya capaian belajar IPS. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat memanfaatkan pendekatan ini dalam proses pembelajaran, sementara pihak sekolah disarankan untuk menyediakan sarana dan prasarana teknologi yang memadai guna mendukung implementasi model ini secara optimal. Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada eksplorasi penggunaan media pembelajaran lain atau pengujian efektivitas model ini pada kelompok sampel yang lebih beragam.
