PENGARUH PELAKSANAAN MBG TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG SEMBAKO DI PASAR KLIWON SUMBERREJO
Abstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi gratis di sekolah. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pelaksanaan MBG terhadap pendapatan pedagang 9 bahan pokok di Pasar Kliwon Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro yang memiliki 7 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Responden penelitian berjumlah 120 pedagang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 sebanyak 15 butir valid, terdiri atas 7 butir variabel X dan 8 butir variabel Y. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,939 yang berarti sangat reliabel. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov, regresi linier sederhana, uji ANOVA, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang dengan nilai R² sebesar 0,115 dan persamaan regresi Y = 38,147 − 0,347X. Uji-t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,882 lebih besar dari t-tabel 1,980 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sistem pengadaan pangan melalui dapur SPPG berdampak pada menurunnya permintaan di pasar tradisional sehingga pendapatan pedagang mengalami penurunan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengadaan pangan yang lebih inklusif dengan melibatkan pedagang pasar tradisional sebagai mitra pemasok dalam pelaksanaan program MBG di daerah.
Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis, pendapatan pedagang, pasar tradisional, regresi linier sederhana
