Analisis Konten Akun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai Sarana Informasi dan Pembinaan Bahasa Indonesia secara Digital
DOI:
https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5264Kata Kunci:
Media Sosial, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bahasa IndonesiaAbstrak
abstrak— Perkembangan media sosial secara digital memberikan pengaruh besar terhadap penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam bidang kebahasaan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi dan edukasi bahasa Indonesia melalui berbagai konten yang informatif, menarik, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran konten pada akun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai sarana informasi, pengembangan, dan pembinaan bahasa Indonesia secara digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi literatur. Data penelitian berupa unggahan pada akun Instagram resmi @badanbahasa yang dianalisis berdasarkan fungsi pengembangan dan pembinaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang diunggah memiliki fungsi sebagai media penyampaian informasi kebahasaan, pengayaan kosakata bahasa Indonesia, serta pembinaan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Fungsi pengembangan bahasa terlihat dari pengenalan istilah baru, kosakata serapan, dan kosakata budaya lokal yang memperkaya bahasa Indonesia. Sementara itu, fungsi pembinaan bahasa tampak pada konten yang memberikan edukasi mengenai penggunaan bentuk kata baku dan penggunaan bahasa yang benar. Dengan demikian, media sosial menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan literasi kebahasaan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia secara berkelanjutan di era digital.
Kata kunci— Media Sosial, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bahasa Indonesia.
Abstract— The development of digital social media has had a significant impact on the dissemination of information and education to the public, including in the field of language. The Language Development and Fostering Agency utilizes social media as a medium for communication and education in Indonesian through various informative, interesting, and easy-to-understand content. This study aims to describe the role of content on the Language Development and Fostering Agency account as a means of digital information, development, and fostering of Indonesian language. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of documentation and literature studies. The research data consists of posts on the official Instagram account @badanbahasa which are analyzed based on the function of language development and fostering. The results show that the uploaded content functions as a medium for conveying linguistic information, enriching Indonesian vocabulary, and fostering language use in accordance with linguistic rules. The function of language development is seen in the introduction of new terms, absorbed vocabulary, and local cultural vocabulary that enrich the Indonesian language. Meanwhile, the function of language development is seen in content that provides education on the use of standard word forms and correct language use. Thus, social media is an effective tool in developing community linguistic literacy while supporting efforts to foster and develop Indonesian language sustainably in the digital era.
Keywords—Social Media, Language Development and Fostering Agency, Indonesian Language.
Referensi
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Kaplan, A dan Haenlein, M. 2010. Users of the World, unite! The Challenges and Opportunities of Social Media" Business Horizons 53. Hlm: 59-68.
Rahayu, P. (2019). Pengaruh era digital terhadap perkembangan bahasa anak. Al- fathin: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 2(01), 47-59. https://doi.org/10.32332/al-fathin.v2i2.1423.
Rahmawati, Z. A., Asror, A. G., & Rahmawati, O. I. (2025, May). Potret Kebudayaan Mesir pada Novel di Lembah Sungai Nil Karya Buya Hamka dan Hubungannya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. In Seminar Nasional Inovasi pendidikan dan Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 588-604).
Sholehhudin, M., Pramesti, A., & Fitriyana, N. (2023). Analisis Bentuk Tindak Tutur Direktif Meminta dalam Novel Aksara Sevanya Karya Citra Novy. In Prosiding Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 378-387).
Sudaryanto, S., Hermanto, H., & Gustiani, E. I. (2019). Media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia di era digital. Kode: Jurnal Bahasa, 8(4), 61-74.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sundary, L., & Fauzah. (2024). Studi analisis perkembangan bahasa Indonesia di era digital. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 11295–11303.
Utami, N. F., & Yuliati, N. (2022, July). Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media informasi. In Bandung Conference Series: Public Relations (Vol. 2, No. 2, pp. 311-317).
Yovinus, Y. (2018). Peran komunikasi publik media sosial dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik di Kota Bandung. Jurnal Academia Praja: Jurnal Magister Ilmu Pemerintahan, 1(01), 185-211. https://doi.org/10.36859/jap.v1i01.47.
