Analisis Tindak Tutur Ilokusi pada Film Semusim Setelah Kemarau Karya Dyan Sunu Prastowo
DOI:
https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5240Kata Kunci:
Pagmatik, Tindak Tutur Ilokusi, Film, Semusim Setelah KemarauAbstrak
abstrak- Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya tindak tutur dalam membangun konflik dan emosi pada karya audiovisual, dengan tujuan mendeskripsikan bentuk dan makna tindak tutur ilokusi dalam film Semusim Setelah Kemarau karya Dyan Sunu Prastowo. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Data berupa dialog antartokoh dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori John Searle. Hasil penelitian menemukan 150 data tindak tutur ilokusi, meliputi direktif sebagai terbanyak (66 data), diikuti ekspresif (40 data), asertif (29 data), komisif (14 data), dan deklaratif sebagai yang paling sedikit (1 data). Makna ilokusi yang ditemukan bervariasi, mulai dari menyampaikan informasi, memerintah, mengungkapkan kekecewaan, hingga menyatakan janji. Simpulannya, fungsi tindak tutur ilokusi difilm ini tidak cuma bahan komunikasi, melainkan krusial untuk memperjelas hubungan antartokoh dan mendukung penyampaian pesan emosional cerita. Penelitian diharapkan menjadi referensi penting untuk pengembangan telaah pragmatik pada karya sastra film secara lebih mendalam.
Kata kunci: Pagmatik, Tindak Tutur Ilokusi, Film, Semusim Setelah Kemarau
Abstract— The research is motivated by the importance of speech acts in building conflict and emotion in audiovisual works, with the aim of describing the form and meaning of illocutionary speech acts in the film. The approach used is descriptive qualitative. Data in the form of dialogues between characters were collected through listening and note-taking techniques, then analyzed using John Searle's theory. The results of the study found 150 data of illocutionary speech acts, including directives as the most (66 data), followed by expressives (40 data), assertives (29 data), commissives (14 data), and declaratives as the least (1 data). The illocutionary meanings found vary, ranging from conveying information, ordering, expressing disappointment, to making promises. In conclusion, the function of illocutionary speech acts in this film is not only a communication material, but is crucial to clarify the relationship between characters and support the delivery of the story's emotional message. This research is expected to be an important reference for the development of pragmatic studies in film literature in more depth.
Keywords— Pragmatics, Illocutionary speech acts, Film, A Season After the Dry Season
Referensi
REFERENSI
Aulia, G. B., Anugari, I. M., Dewi, N. A., Azizah, W., Af’idatussofa, H., Utomo, A. P. Y., ... & Riyanto, E. A. (2025). Analisis Tindak Tutur Ilokusi pada Video “Siap UTBK 2023” dalam Playlist Ruangguru. Nian Tana Sikka: Jurnal ilmiah Mahasiswa, 3(2), 62-86. https://doi.org/10.59603/niantanasikka.v3i2.740
Hawa, M. (2020). Analisis Tokoh Dan Aspek Spiritual Quotientnovel Hati Suhitakarya Khilma Anis. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 6(2), 629-634.https://repository.ikippgribojonegoro.ac.id
Hawa, M. A. (2014). Novel Sepatu Dahlan Karya Krisna Pabichara Analisis Psikologi Sastra dan Nilai Pendidikan. Jurnal Pendidikan Edutama, 1(2),14-24. https://scholar.archive.org/work/kzxcaengmzcn5fqkyxjak4znie/access/wayback/https://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/JPE/article/download/8/8
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1-10.https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/108139407/6-libre
Murti, S., Muslihah, N. N., & Sari, I. P. (2018). Tindak tutur ekspresif dalam film kehormatan di balik kerudung sutradara Tya Subiakto Satrio. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 1(1), 17-32. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v1i1.7
Nasarudin, N., Susanti, S., Akmal, A., Razak, N. K., Annisa, A., Herman, H., ... & Ndjoeroemana, Y. (2023). Pragmatik: Konsep teori dan praktek. CV. Gita Lentera.
Ningsih, L. W., & Muristyani, S. (2021). Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Ada Cinta di SMA Sutradara Patrick Effendy. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(2), 131-156. https://doi.org/10.22515/tabasa.v2i2.3685
Putri, N. K. P., & Rosalina, S. (2022). Analisis tindak tutur ilokusi pada dialog film animasi Nussa episode Nussa: Belajar Jualan. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 338-347. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.224
Rizza, M., Ristiyani, R., & Ahsin, M. N. (2022). Analisis tindak tutur ilokusi pada film Orang Kaya Baru. Buletin Ilmiah Pendidikan, 1(1), 34-44.https://doi.org/10.56916/bip.v1i1.216
Sagita, V. R., & Setiawan, T. (2019). Tindak Tutur Ilokusi Ridwan Kamil dalam Talkshow Insight di CNN Indonesia. Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, Dan Budaya, 9(2), 189-193. https://www.academia.edu/download/101793456/pdf.pdf
Setiyono, J., Asror, A. G., Sholehuddin, M., Rohman, N., & Ismaya, H. Jurnal Pendidikan dan Konseling. https://repository.ikippgribojonegoro.ac.id/2561/1/jurnal%20pak%20Nur%20okt%202022.pdf
Setyono, J. (2019). Pembelajaran keterampilan menulis naskah pidato persuasif menggunakan metode kolaborasi di SMK Negeri 2 Sragen. Stilistika: Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 5(1).http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/stilistika/article/view/610
Siregar, U. A., Silvi, N., Hasibuan, W., & Rambe, N. F. (2023). Bahasa sebagai Alat Komunikasi dalam Kehidupan Manusia. Jurnal Hata Poda, 2(2), 95-104. https://doi.org/10.24952/hatapoda.v2i2.10535
Wahyuni, S. T., & Retnowaty, R. (2018). Tindak Tutur Ilokusi pada Caption Akun Islami di Instagram. Jurnal Basataka (JBT), 1(2), 11-18. https://doi.org/10.36277/basataka.v1i2.25
