Analisis Etnografi Kesenian Sandur Sedhet Srepet sebagai Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Bojonegoro

Penulis

  • Pratiwi Wuri Astuti IKIP PGRI Bojonegoro
  • Joko Setiyono IKIP PGRI Bojonegoro
  • Masnuatul Hawa IKIP PGRI Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5233

Kata Kunci:

Etnografi, Kearifan Lokal, Sandur Sedhet Srepet

Abstrak

abstrak—Kesenian Sandur Sedhet Srepet merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Bojonegoro yang mengandung nilai budaya, sosial, moral, dan spiritual. Namun, perkembangan modernisasi dan digitalisasi menyebabkan minat generasi muda terhadap kesenian tradisional semakin menurun serta minimnya penelitian mengenai Sandur Sedhet Srepet. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Sandur Sedhet Srepet sebagai representasi budaya masyarakat Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku seni serta masyarakat pendukung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sandur Sedhet Srepet terdiri atas unsur germo, blabar, anak wayang, tembang, dialog, humor, tari, dan musik pengiring. Kesenian ini mengandung nilai spiritual, sosial, moral, dan budaya yang tercermin dalam tradisi doa, gotong royong, penggunaan bahasa Jawa khas Bojonegoro, serta pesan kehidupan dalam dialog dan pertunjukan. Simpulannya, Sandur Sedhet Srepet memiliki peran penting sebagai media pelestarian budaya dan representasi kearifan lokal masyarakat Bojonegoro di era modern.

Kata kunci— Etnografi, Kearifan lokal, Sandur Sedhet Srepet

 

Abstract—Sandur Sedhet Srepet is a traditional performing art of the Bojonegoro community that contains cultural, social, moral, and spiritual values. However, the development of modernization and digitalization has reduced young people’s interest in traditional arts, along with the limited research on Sandur Sedhet Srepet. This study aims to describe the form of the performance and the local wisdom values contained in Sandur Sedhet Srepet as a representation of the cultural identity of the Bojonegoro community. This research employed a qualitative approach using an ethnographic method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving artists and the supporting community. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that Sandur Sedhet Srepet consists of elements such as germo, blabar, anak wayang, traditional songs, dialogue, humor, dance, and musical accompaniment. This art performance contains spiritual, social, moral, and cultural values reflected in prayer traditions, mutual cooperation, the use of the Bojonegoro Javanese dialect, and life messages conveyed through dialogues and performances. In conclusion, Sandur Sedhet Srepet plays an important role as a medium for cultural preservation and as a representation of the local wisdom of the Bojonegoro community in the modern era.

Keywords— Ethnography, Local wisdom, Sandur Sedhet Srepet

Referensi

Fauzi, S. E. H. P. P., Hawa, M., & Setiyono, J. (2022). Analisis psikologi sastra pada novel my step brother karya niha osh serta hubungannya dengan pembelajaran bahasa indonesia di sma. Jubah Raja: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 1(1), 113-121. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=3305817&val=29015&title=Analisis%20Psikologi%20Sastra%20pada%20Novel%20My%20Step%20Brother%20Karya%20Niha%20Osh%20serta%20Hubungannya%20dengan%20Pembelajaran%20Bahasa%20Indonesia%20di%20SMA

Fitriani, S., dkk. (2025). Kepribadian Kolektif: Kebudayaan Membentuk Pola Berpikir dan Perilaku dalam Masyarakat. Journal of Education and Culture, 5(2), 1-7. Doi: https://doi.org/10.58707/jec.v5i2.1240

Firdaus, E. N., & Sukmawan, S. (2021). Peranan sandur kembang desa dalam pelestarian kesenian sandur di Bojonegoro, Jawa Timur. Humanika, 28(1), 17-28. Doi: https://doi.org/10.14710/humanika.v28i1.35771

Husna, H., Indriani, M., Mukarromah, M., & Khaliq, R. (2022). Nilai nilai kearifan lokal generasi millenial di Kota Banjarmasin. Al-Hiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 10(1), 29-37. Doi:: https://doi.org/10.18592/al-hiwar.v10i1.6935

Majid, A. N., Muzakki, Z., & Amini, I. (2022). Harmonisasi Sosial Berbasis Kearifan Lokal Islami Dalam Masyarakat Tanèan Lanjâng Madura. Jurnal Asy-Syukriyyah, 23(2),177-194Doi: https://doi.org/10.36769/asy.v23i2.264

Nur, H. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Sandur Sedhet Srepet di Desa Jetak Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro (Doctoral Dissertation, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri). From: https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3166/

Sarumaha, M., Telaumbanua, K., & Harefa, D. (2024). Pendidikan berbasis kearifan lokal Nias Selatan: Membangun identitas budaya pada generasi muda. Jurnal Education and Development, 12(3), 663-668. Doi: https://doi.org/10.37081/ed.v12i3.6585

Setiawan, A. (2021). Studi Etnografi Kesenian Sandur Sebagai Kearifan Lokal Bojonegoro. EDUTAMA.https://doi.org/10.30762/empirisma.v33i2.2095

Sumiyani, H., & Abdillah, A. (2021). Sistem Kreativitas Sandur Bojonegoro dalam Pertunjukan “Selendang Kuning”. Gondang, 5(1), 127-133. Doi: https://doi.org/10.24114/gondang.v5i1.24551

Sukmawati, L. (2021). Analisis Literasi Numerasi Melalui Penggunaan Media Lidimatika Untuk Menyelesaikan Soal Cerita Materi Perkalian Kelas III SD Negeri 1 Temon Tahun Pelajaran 2020/2021 (Doctoral dissertation, STKIP PGRI PACITAN).

Yusanto, Y. (2020). Ragam pendekatan penelitian kualitatif. Journal of scientific communication (jsc), 1(1).Doi: http://dx.doi.org/10.31506/jsc.v1i1.7764

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Articles