Refleksi Sosial dalam Novel Duri dan Kutuk: Kajian Sosiologi Sastra Alan Swingewood
DOI:
https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5232Keywords:
Refleksi Sosial, Sosiologi Sastra, Alan Swingewood, Novel Duri dan KutukAbstract
abstrak— Penelitian ini bertujuan mengkaji refleksi sosial dalam novel Duri dan Kutuk karya Cicilia Oday melalui pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood. Novel tersebut merupakan pemenang penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 yang memadukan unsur realisme magis dengan kritik sosial yang tajam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat dan analisis teks secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, novel ini berfungsi sebagai cerminan masyarakat melalui penggambaran fenomena pubertas, alienasi sosial, ekspresi duka, solidaritas kolektif, dan transmisi perilaku dalam keluarga. Kedua, novel ini berperan sebagai dokumen sosial yang merekam tata ruang permukiman sub-urban, praktik ekonomi mikro berbasis hortikultura, serta dinamika psikososial akibat perundungan dan pengabaian institusi. Ketiga, novel ini hadir sebagai kritik sosial terhadap diskriminasi fisik (lookism), budaya patriarki, lemahnya sistem hukum dan institusi formal, jurnalisme sensasionalis, serta pola pengasuhan otoriter yang menghambat perkembangan moral remaja. Penelitian ini menegaskan bahwa novel Duri dan Kutuk bukan sekadar karya fiksi, melainkan teks sosial yang secara simultan merepresentasikan, merekam, dan mengkritisi realitas sosial masyarakat Indonesia kontemporer. Hasil temuan ini sekaligus menunjukkan relevansi kuat pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood dalam menganalisis karya sastra kontemporer yang mengangkat isu-isu sensitif.
Kata kunci—Refleksi sosial, Sosiologi sastra, Alan Swingewood, Novel Duri dan kutuk
Abstract— This study aims to examine the social reflection in Cicilia Oday's novel Duri dan Kutuk using Alan Swingewood's sociology of literature approach. The novel, a recipient of the Kusala Sastra Khatulistiwa Award 2025, combines magical realism with sharp social critique. A qualitative descriptive method was employed with close-reading and note-taking techniques. The findings reveal three main results: (1) the novel functions as a mirror of society through depictions of puberty, social alienation, grief expressions, collective solidarity, and behavioral transmission within families; (2) it serves as a social document recording sub-urban spatial arrangements, micro-economic practices based on horticulture, and psychosocial dynamics resulting from bullying and institutional neglect; and (3) it acts as social critique targeting physical discrimination (lookism), patriarchal culture, weak legal and formal institutions, sensationalist journalism, and authoritarian parenting that impedes adolescent moral development. This study affirms that Duri dan Kutuk is not merely fiction, but a social text that simultaneously represents, records, and critiques contemporary Indonesian social realities, demonstrating the strong relevance of Alan Swingewood's sociological approach in analyzing contemporary literary works on sensitive issues.
Keywords— Social reflection, Sociology of literature, Alan Swingewood, Novel Duri dan Kutuk
References
Arifin, T. S. N. (2018). Sastra dalam media massa, budaya dalam komodifikasi. Jurnal Komunikasi, 13(1), 109–120. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art8
Ariska, W., & Amelysa, U. (2020). Novel dan novelet. Guepedia.
Asmalasari, D. (2023). Analisis sosiologi sastra cerpen 'Yang Enak Dipandang' karya Ahmad Tohari. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(4), 42–50.
Audriana, S. (2018). Representasi realitas sosial dalam novel Tan karya Hendri Teja: Perspektif realisme sosialis Georg Lukacs (Tesis). Universitas Indonesia.
Azizah, A. V., & Parmin, P. (2025). Refleksi sosial pada film Barbie (2023) karya Greta Gerwig: Kajian sosiologi sastra Alan Swingewood. Jurnal Sapala, 12(1), 61–69.
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Media Pressindo.
Herzog, L. (2022). Standar bersama versus tekanan kompetitif dalam jurnalisme. Jurnal Filsafat Terapan, 39(3), 393–406. https://doi.org/10.1111/japp.12491
Huda, S., Salim, M. N., & Habsyi, B. A. (2025). Uji validitas dalam penelitian kualitatif. Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies, 1(2), 112–119. https://doi.org/10.64131/ahad.v1i2.54
Kadir, H., Bagtayan, Z. A., Mangilo, N., Daud, Y. S., & Mongilong, M. (2025). Representasi realitas sosial dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 13602–13613. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3860
Kaumpungan, P. M. (2025). Analisis kriminologi: Kejahatan sebagai hiburan. EDU SOCIETY, 5(2), 474–484. https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1174
Kim, B. Y., Yang, W., & Lim, S. (2024). Antara lookisme dan modal tubuh. International Review for the Sociology of Sport, 59(7), 975–993. https://doi.org/10.1177/10126902241246283
Kulsum, D. U., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Kritik sosial praktik keagamaan dalam cerpen 'Robohnya Surau Kami'. Fon, 21(2), 566–580. https://doi.org/10.25134/kj3fta41
Marsita, R., & Asror, A. G. (2025, May). Analisis Sosiologi pada Novel Pulau Pendidaktis Karya Ferella Maeriza. In Seminar Nasional Inovasi pendidikan dan Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 1177-1187).
Meli, A. Z. (2023). Analisis aspek sosial dalam novel Ngayau (Disertasi). Universitas Palangka Raya.
Mustofa, M. Z., Sholehhudin, M., & Udin, S. (2025, May). Karakter tokoh dan nilai pendidikan karakter novel Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman: Kajian psikologi sastra. In Dalam Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 1225-1231).
Ngangi, C. R. (2011). Konstruksi sosial dalam realitas sosial. Agri-Sosioekonomi, 7(2), 1–4.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM Press.
Nurhikmah, N., & Karlina, E. M. (2025). Representasi penindasan dalam novel Janji. TARBIYATUL ILMU, 2(9), 14–26.
Nurjanna, N. (2018). Citra kemiskinan dalam novel Ketika Lampu Berwarna Merah (Tesis). Universitas Hasanuddin.
Oktafianti, R. D., & Shofiyuddin, H. (2024). Konflik sosial dalam film Ipar Adalah Maut. Konasindo, 1, 772–800.
Prasetyo, C. Y., & Wirajaya, A. Y. (2025). Sosiologi pengarang dalam Gadis Kretek. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 1087–1094. https://doi.org/10.54082/jupin.1340
Santoniccolo, F., Trombetta, T., Paradiso, M. N., & Rollè, L. (2023). Gender and media representation. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(10), 5770. https://doi.org/10.3390/ijerph20105770
Saragih, M. Y. dkk. (2021). Kajian sosiologi sastra novel bertema sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Spiegel, L. (2023). Lookisme sebagai ketidakadilan epistemik. Epistemologi Sosial, 37(1), 47–61. https://doi.org/10.1080/02691728.2022.2076629
Susanto, D. (2016). Pengantar kajian sastra. Media Pressindo.
Vasiou, A., Kassis, W., Krasanaki, A., Aksoy, D., Favre, C. A., & Tantaros, S. (2023). Pola pengasuhan anak. Children, 10(7), 1126. https://doi.org/10.3390/children10071126
Wardani, D. K., & Fatoni, A. (2025). Realitas sosial dalam novel 7 Manusia Harimau. Kopula, 7(1), 61–71. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6164
Wulandhari, R. S., & Parmin, P. (2021). Nilai sosial dalam novel Orang-orang Biasa. BAPALA, 8(07), 10–19.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.