Strategi Penanaman Nilai Anti- Narkoba melalui Program P4GN untuk Anak Usia Dini (AUD)
DOI:
https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.5032Kata Kunci:
P4GN, Nilai anti-narkoba, Pencegahan narkoba, Anak usia dini, Edukasi preventifAbstrak
abstrak— Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia dini. Anak usia dini (AUD) berada pada fase awal pembentukan nilai, sikap, dan kebiasaan, sehingga menjadi kelompok strategis dalam penanaman nilai anti-narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanaman nilai anti-narkoba melalui program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada anak usia dini yang dilaksanakan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan sosialisasi P4GN. Subjek kegiatan meliputi anak usia dini tingkat TK dan SD awal, serta guru pendamping. Strategi yang diterapkan berupa sosialisasi edukatif dengan metode interaktif, komunikatif, dan ramah anak melalui penggunaan media visual, cerita, permainan, dan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan P4GN mampu meningkatkan pemahaman awal anak tentang perilaku hidup sehat, kemampuan membedakan perilaku aman dan berisiko, serta menumbuhkan keberanian untuk menolak hal-hal yang membahayakan diri. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan regulasi diri awal (self-regulation) anak, seperti mengikuti aturan sederhana dan menunggu giliran. Dengan demikian, strategi penanaman nilai anti-narkoba melalui P4GN pada anak usia dini dinilai efektif sebagai upaya pencegahan dini yang berkelanjutan serta dapat menjadi model pengembangan program P4GN berbasis usia dini.
Kata kunci— P4GN, Nilai anti-narkoba, Anak usia dini, Pencegahan narkoba, Edukasi preventif
Abstract— Drug abuse is a serious problem that requires prevention efforts starting at an early age. Young children are in the early stages of developing values, attitudes, and habits, making them a strategic group for instilling anti-drug values. This study aims to describe strategies for instilling anti-drug values through the Prevention, Eradication of Drug Abuse, and Illegal Drug Trafficking (P4GN) program for early childhood implemented by the National Narcotics Agency of Tulungagung Regency. This study employs a qualitative descriptive approach using observation, interviews, and documentation during the implementation of P4GN outreach activities. The study subjects include early childhood students at the kindergarten and early elementary school levels, as well as accompanying teachers. The strategies implemented involved educational outreach using interactive, communicative, and child-friendly methods through the use of visual media, stories, games, and simple language tailored to the children’s developmental stage. The research findings indicate that P4GN activities were able to enhance children’s initial understanding of healthy living behaviors, their ability to distinguish between safe and risky behaviors, and foster the courage to refuse things that endanger themselves. In addition, this activity also strengthens children’s early self-regulation skills, such as following simple rules and waiting for their turn. Thus, the strategy of instilling anti-drug values through P4GN in early childhood is considered effective as a sustainable early prevention effort and can serve as a model for developing early childhood-based P4GN programs.
Keywords— P4GN, Anti-drug values, Early childhood, Drug prevention, Preventive education
Referensi
Ariffrianto, F., Hartanto, D., & Saputra, W. N. E. (2025). Tinjauan Sistematis: Peran Teknik Modeling dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Pencegahan Bullying di Kalangan Siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 789–797.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
BNN RI. (2023). Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba tahun 2023. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Endriani, A. (2024). Pengaruh teknik modeling terhadap kedisiplinan tata tertib. Journal Transformation of Mandalika, 5(10), 398–406.
Hawkins, J. D., Catalano, R. F., & Arthur, M. W. (2002). Promoting science-based prevention in communities. Addictive Behaviors, 27(6), 951–976. https://doi.org/10.1016/S0306-4603(02)00298-8.
Nurhidayah, B. S., Wibowo, M. E., & Purwanto, E. (2022). Keefektifan konseling kelompok cognitive behavioral therapy (CBT) dengan teknik modeling simbolis dan role playing untuk meningkatkan self-confidence pada siswa. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 64–69.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Republik Indonesia.
