Analisis Hermeneutika terhadap Pantangan Jawa dalam Budaya Masyarakat Bojonegoro

Penulis

  • Asrul Cici Khumairoh
  • Muhamad Sholehhudin
  • Abdul Ghoni Asror

DOI:

https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.4952

Kata Kunci:

Hermeneutika, Pantangan Jawa, Masyarakat Bojonegoro, Kearifan Lokal

Abstrak

Abstrak— Pantangan Jawa merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipercaya oleh masyarakat Bojonegoro sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pantangan Jawa dalam budaya masyarakat Bojonegoro melalui pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan Jawa tidak hanya bermakna sebagai larangan, tetapi juga mengandung nilai moral, sosial, dan pendidikan yang berfungsi sebagai pengendali perilaku masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelestarian pantangan Jawa sebagai warisan budaya masyarakat Bojonegoro.
Kata kunci— Hermeneutika, Pantangan Jawa, Masyarakat Bojonegoro, Kearifan Lokal


Abstract— Javanese taboo is a form of local wisdom that is still believed by the people of Bojonegoro as a guideline in daily life. The purpose of this research is to find out the meaning of Javanese taboos in the culture of the Bojonegoro community through Paul Ricoeur's hermeneutic approach. This study uses a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that Javanese taboos are not only meaningful as a prohibition, but also contain moral, social, and educational values that function as a control of community behavior. This research is expected to increase understanding of the importance of preserving Javanese taboos as the cultural heritage of the Bojonegoro community.
Keywords— Hermeneutics, Javanese Taboos, Bojonegoro Society, Local Wisdom

Referensi

REFERENSI

Andriani, D., Maritasari, D. B., Laela, I., & Husnadia, S. (2025). Pemilihan Teknik Sampling yang Tepat dalam Penelitian Kualitatif: Literature Review. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(4), 6238-47

Ardilah, R., Asriningputri, J. D., & Ibrahim, G. S. (2023). Merawat kearifan lokal: studi kasus masyarakat Samin Bojonegoro. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 5(2), 81-91. https://doi.org/10.23887/jabi.v5i2.58414 .

Aristasari, D. I. (2024). “Tradisi Manganan”: Sedekah Bumi dalam Masyarakat Bojonegoro, desa Dander dilihat dari Kebersyukuran:“Tradisi Manganan”: Sedekah Bumi dalam Masyarakat Bojonegoro, desa Dander dilihat dari Kebersyukuran. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(2), 1251-1267. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i2.4022

Asyari, M. (2024). Penerapan dan Pengaruh Budaya Pamali atau Pantangan Adat dalam Lingkup Masyarakat Islam Universitas Lambung Mangkurat. Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(2), 448-461. https://doi.org/10.55606/religion.v3i2.955

Aulia, N., & Alwi, A. (2025). Pendidikan Lintas Budaya Sebagai Basis Penguatan Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi: Indonesia. Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 255-261. https://doi.org/10.46368/bjpd.v6i2.4648

Fuady, A. S. (2024). Konsep Pendidikan Menurut Mohammad Hatta. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 1-14. https://journal.stitmubo.ac.id/index.php/muharrik/article/download/25/114

Maulana, A. B., Rafiq, F. M., & Septiani, D. (2024). Makna Leksikal dan Makna Kultural dalam Mitos dan Pantangan Masyarakat Betawi. Jurnal Sasindo UNPAM, 12(1), 39-48. https://pdfs.semanticscholar.org/32c9/e9c7340b9304f1ab345e852db3462974fa52.pdf

Maulana, M. G., & Abidin, M. R. I. (2021). Perancangan ilustrasi wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat di pondok pesantren An-Nur II Al-Murtadlo pada media kaus. BARIK-Jurnal S1 Desain Komunikasi Visual, 2(1), 41-53.

Munir, M. I. (2021). Hermeneutika sebagai metode dalam kajian kebudayaan. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 5(1), 101-116. https://doi.org/10.22437/titian.v5i1.12508.

Purnama, A., & Hak, P. (2025). Pemmali as a Social Regulatory Mechanism in the Bugis Community of Rumbia District, Bombana Regency (2000-2023). Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO, 10(1), 36-47. https://jpps.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/359

Rokhmawati, Z., Inderajati, A., Wibiasty, P. E. M., Taturia, D. M. A., & Mufida, N. H. (2025). Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Buku Cerita Anak Dwibahasa: Kajian Simbolisme dan Aspek Kebahasaan pada Buku Terbitan Balai Bahasa Jawa Timur Tahun 2023. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(3), 3672-3687. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.6749

Saputra, B. (2025). Pamali Menikah di Waktu Messu Ri Galung di Masyarakat Suku Bugis Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru (Doctoral dissertation, IAIN PAREPARE). https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/11104

Shadiq, G. M., & Harisuddin, A. (2025). Kebudayaan Banjar, Dayak, Melayu Dan Interelasi Islam Terhadap Budaya Di Kalimantan Selatan. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(3), 2756-2786. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1349

Sidik, H., & Sulistyana, I. P. (2021). Hermeneutika Sebuah Metode Interpretasi Dalam Kajian Filsafat Sejarah. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 11(1), 19-34. https://www.academia.edu/download/102575195/3122.pdf

Simaremare, T. P., & Utami, S. (2025). Analisis Nilai Karakter Nasionalisme pada Kesenian Jaranan Turonggo Mudo Ngesti Budoyo di Desa Marga Mulya, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 320-334. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.29504

Siswanto, J. (2024). Horizon Hermeneutika. Yogyakarta: UGM PRESS.

Sulistiyo, U. (2023). Metode penelitian kualitatif. Jambi: PT Salim Media Indonesia.

Sungkar, S. (2023). Hermeneutika paul ricoer. Dekonstruksi, 9(03), 4-13. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i03.160

Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya dan kebudayaan: Tinjauan dari berbagai pakar, wujud-wujud kebudayaan, 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal. Cross-border, 5(1), 782-791. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/1161

Syarubany, A. H. M., Azzahra, M. P. K., Rahayu, R. S., & Prayoga, S. (2021). Pengaruh pamali sebagai kearifan lokal dalam mewujudkan nilai Dan Norma dalam kehidupan sosial generasi Z. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 570-577. https://www.academia.edu/download/100355826/pdf.pdf

Wariki, v., (2025). Menautkan makna dan roh: interseksi hermeneutik Paul Ricoeur dan hermeneutik Pentakostal dalam tafsir Kitab Suci. Jurnal Teologi Kharismatika, 8(1), 1-18. https://doi.org/10.53547/27t3yr84

Zain, S. S. (2023). Kontruksi masyarakat menengah bawah tentang budaya wiwitan (Agama Islam) Di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 131-140. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i1.4257

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Articles