KAJIAN MAKNA FILOSOFIS TEATRIKAL PUTRI KLENTING DOLANAN BANYU SEBAGAI MEDIA CIVIC VALUES
Abstrak
Penelitian kualitatif deskriptif-interpretatif ini bertujuan mancari tahu makna filosofis teatrikal Putri Klenting Dolanan Banyu serta menganalisis perannya sebagai media sosialisasi civic values pada generasi muda di Desa Rengel, Kabupaten Tuban. Data dihimpun secara purposive dari perangkat desa, tokoh budaya, pelaku seni, dan pemuda melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, dengan analisis model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini melibatkan ekosistem masyarakat inklusif yang didominasi generasi muda usia 15–24 tahun (57%). Secara filosofis, pertunjukan ini merefleksikan falsafah Jawa Memayu Hayuning Bawana; simbol air melambangkan harmoni ekologis terhadap mata air Goa Ngerong, sedangkan ketokohan Putri Klenting mempersonifikasikan integritas, kesabaran, dan tanggung jawab. Pada dimensi kewarganegaraan, tradisi ini efektif menginternalisasikan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian sosial melalui pendekatan experiential learning (keterlibatan langsung pemuda dalam produksi festival). Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi kearifan lokal berhasil mewujudkan model pendidikan kewarganegaraan berbasis komunitas (community-based civic education) yang adaptif dalam memperkuat karakter kewargaan generasi muda.
