PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPAS: PJBL VS FLIPPED CLASSROOM DI SMK DANDER
Abstrak
Perbedaan capaian belajar antarmodel instruksional menjadi isu sentral dalam riset pendidikan kejuruan. Studi ini menguji apakah Project-Based Learning (PjBL) dan Flipped Classroom menghasilkan luaran kognitif IPAS yang berbeda pada peserta didik kelas X SMK Negeri Dander. Rancangan eksperimen semu dengan kelompok tak setara (pretest–posttest) diterapkan terhadap 70 partisipan dari dua kelas yang sudah ada (X TSM 1 dan X TSM 2) melalui purposive sampling. Capaian diukur menggunakan instrumen 25 butir sesuai taksonomi revisi Anderson dan Krathwohl, terdiri atas 20 soal pilihan ganda (C1–C3) dan 5 soal uraian singkat (C4–C6). Uji t sampel independen pada skor posttest menghasilkan t(68) = 3,352, p = 0,001, yang mengonfirmasi adanya perbedaan antarkelompok yang signifikan secara statistik. Kelompok PjBL mencatat rerata posttest lebih tinggi (M = 85,17) dibandingkan kelompok Flipped Classroom (M = 81,91). Indeks gain ternormalisasi masing-masing 0,516 (PjBL) dan 0,405 (Flipped Classroom), keduanya tergolong sedang namun PjBL unggul dalam efisiensi peningkatan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL layak diprioritaskan ketika merancang pembelajaran IPAS aktif pada jenjang SMK.
