Pengaruh Model Pembelajaran Model Eliciting Activities Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika
Abstrak
Abstrak
Artikel ini membahas pengaruh model pembelajaran MEAs terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP ditinjau dari KAM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen dengan pembelajaran MEAs dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk esai yang mencakup indikator memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali, kemudian dianalisis menggunakan skor N-gain, uji prasyarat, dan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas MEAs lebih tinggi daripada kelas konvensional, baik secara keseluruhan maupun pada setiap level KAM. Temuan juga memperlihatkan adanya interaksi antara model pembelajaran dan KAM, dengan dampak MEAs yang relatif lebih kuat pada siswa berkategori KAM rendah. Dengan demikian, MEAs dapat dipandang sebagai alternatif pembelajaran matematika yang efektif, kontekstual, dan berpotensi mendukung pemerataan
kesempatan belajar siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis (Lesh et al., 2000; NCTM, 2000; Polya, 1973).
Kata kunci: Model Eliciting Activities, pemecahan masalah matematis, kemampuan awal matematis, pembelajaran matematika SMP
Abstract
This article discusses the influence of the MEAs learning model on the mathematical problem-solving ability of seventh-grade junior high school students in terms of their KAM. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design involving an experimental class with MEAs learning and a control class with conventional learning. Data were collected through an essay-based mathematical problem-solving ability test that included indicators of understanding the problem, developing a solution plan, implementing the plan, and re-checking, then analyzed using N-gain scores, prerequisite tests, and two-way ANOVA. The results showed that the increase in students' mathematical problem-solving ability in the MEAs class was higher than in the conventional class, both overall and at each KAM level. The findings also showed an interaction between the learning model and KAM, with the impact of MEAs being relatively stronger on students in the low KAM category. Thus, MEAs can be viewed as an effective, contextual, and potentially supportive alternative for mathematics learning, supporting equitable learning opportunities for students in developing mathematical problem-solving skills (Lesh et al., 2000; NCTM, 2000; Polya,1973).
Keyword: , Model Eliciting Activities, mathematical problem solving, early mathematical abilities, junior high
school mathematics learning.