Transformasi Digital Pendidikan di Indonesia: Analisis Kebijakan, Tantangan Infrastruktur, dan Arah Masa Depan

Penulis

  • Tirza Ananda Yulia Putri IKIP PGRI BOJONEGORO

Abstrak

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mendasar dalam sistem persekolahan yang dipicu oleh adopsi teknologi digital, mencakup aspek pembelajaran maupun manajemen kelembagaan. Secara rinci, kajian ini berupaya: (1) mengkaji strategi kebijakan nasional yang mendorong digitalisasi sektor pendidikan; (2) mengidentifikasi permasalahan infrastruktur yang muncul; serta (3) merumuskan prediksi perkembangan sistem pembelajaran digital di masa mendatang. Metode yang dipakai ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersumber pada jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mempercepat integrasi teknologi ke dalam pembelajaran sejak masa tanggap darurat COVID-19. Walaupun demikian, praktik di lapangan masih mengalami kendala seperti disparitas sarana, cakupan internet yang terbatas, dan kemampuan digital yang rendah di banyak daerah. Kehadiran digitalisasi memberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan perluasan akses belajar, namun di sisi lain juga menimbulkan konsekuensi kurang
menguntungkan seperti menurunnya interaksi tatap muka serta rentannya fokus belajar siswa terganggu. Sebagai kesimpulan, diperlukan tindakan berkesinambungan melalui pembenahan sarana prasarana, peningkatan kualitas SDM, dan kemitraan lintas sektor guna mewujudkan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkualitas di Indonesia.
Kata kunci: digitalisasi, dunia pendidikan, kebijakan publik, infrastruktur, literasi digital
Abstract

This research aims to analyze the fundamental transformation in schooling systems triggered by digital technology adoption, encompassing both learning aspects and institutional management. Specifically, this study endeavors to: (1) examine national policy strategies promoting education sector digitalization; (2) identify emerging infrastructure problems; and (3) formulate predictions for future digital learning system development. The method employed is descriptive qualitative using a literature review approach sourced from scientific journals, books, and official documents. Research findings indicate that the government has issued various regulations to accelerate technology integration into learning since the COVID-19 emergency response period. Nevertheless, field practices still encounter obstacles such as facility disparities, limited internet coverage, and low digital capabilities in many regions. Digitalization offers advantages including flexibility and expanded learning access, yet on the other hand also generates unfavorable consequences such as reduced face-to-face interaction and vulnerability to disruption of student focus. In conclusion, sustainable actions are needed through infrastructure improvement, human resource quality enhancement, and cross-sector partnerships to realize an inclusive and quality digital education ecosystem in Indonesia.

Keywords: digitalization, education sector, public policy, infrastructure, digital literacy

Diterbitkan

2026-06-23