Peluang dan Tantangan Integrasi STEM-Kewirausahaan Berbasis IT dalam Membangun Generasi Emas yang Mandiri: Studi Pustaka
Abstract
Abstrak
Integrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan kewirausahaan berbasis teknologi informasi (IT) dinilai sebagai strategi potensial dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang mandiri dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peluang dan tantangan integrasi STEM-kewirausahaan berbasis IT dalam membangun
kemandirian generasi emas. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Sembilan sumber yang relevan dianalisis, yaitu jurnal nasional terindeks, jurnal internasional terindeks Scopus, buku, dan seminar yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini menawarkan banyak peluang, seperti peningkatan pola pikir inovatif dan keterampilan berpikir kritis tingkat tinggi (HOTS) melalui pendekatan STEM; pembentukan model bisnis baru berbasis teknologi seperti AI, cloud computing, dan Internet of Things; dan munculnya semangat technopreneurship yang tangguh dan berorientasi solusi. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, ada banyak masalah. Beberapa di antaranya adalah kurangnya pengetahuan guru tentang pendekatan STEM kurangnya infrastruktur dan fasilitas teknologi, terutama di daerah tertinggal; kurikulum yang masih terlalu teoretis dan tidak terintegrasi; keterbatasan dana untuk mengakses teknologi modern; dan mengabaikan aspek lingkungan dalam pembelajaran STEM. Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri diperlukan untuk integrasi STEM-kewirausahaan berbasis IT. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa guru diberi pelatihan
berkelanjutan, fasilitas yang disesuaikan, kurikulum yang disesuaikan dengan proyek, dan strategi kolaborasi dengan dunia usaha.
Kata kunci: STEM, Kewirausahaan, Technopreneurship, Generasi Emas 2045, Integrasi IT
Abstract
The integration of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) with information technology (IT)-based entrepreneurship is considered a potential strategy in preparing an independent and competitive Indonesian Golden Generation of 2045. This study aims to systematically analyze the opportunities and challenges of STEM-IT-based entrepreneurship
integration in building the independence of the golden generation. The method used is a literature study. Nine relevant sources were analyzed, namely indexed national journals, Scopus-indexed international journals, books, and seminars published between 2020 and 2026. The results show that this integration offers many opportunities, such as improving innovative mindsets and high-level
critical thinking skills (HOTS) through the STEM approach; the formation of new technology-based business models such as AI, cloud computing, and the Internet of Things; and the emergence of a strong and solution-oriented technopreneurship spirit. However, in its implementation, many problems arise. Some of these include teachers' lack of knowledge about the STEM approach; a lack of technological infrastructure and facilities, especially in underdeveloped areas; a curriculum that is still too theoretical and not integrated; limited funds to access modern technology; and neglect of environmental aspects in STEM learning. This study found that close collaboration between the government, educational institutions, and the industrial sector is necessary for the integration of STEM and IT-based entrepreneurship. This is necessary to ensure teachers receive ongoing training, tailored facilities, project-specific curricula, and collaborative strategies with the business world.
Keyword: STEM, Entrepreneurship, Technopreneurship, Golden Generation 2045, IT Integration