Upaya Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Bentuk Pencegahan Ekstremisme dan Radikalisme di Kalangan Remaja
Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Ekstremisme, RadikalismeAbstract
Abstrak—Pendidikan kewarganegaraan merupakan bidang studi yang membentuk karakter siswa, agar menjadi warga negara yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam upaya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam mencegah penyebaran paham-paham ekstrim dan radikal di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan data sekunder yang didapat dari berbagai jurnal nasional. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode simak dan catat, sedangkan validasi menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki tiga upaya penting untuk mencegah paham ekstrimisme dan radikalisme di kalangan remaja yaitu, 1) Penanaman nilai-nilai kebaikan pancasila, 2) Mendorong toleransi dan inklusivitas, 3) Meningkatkan berpikir kritis.
Kata kunci—Pendidikan kewarganegaraan, Ekstremisme, Radikalisme
Abstract—Civics education is a field of study that shapes students' character, so they become good citizens. This study aims to analyze in depth the efforts of Civics Education (PKn) in preventing the spread of extremist and radical ideologies among Indonesian youth. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with secondary data obtained from various national journals. The data collection technique uses the listening and note-taking method, while validation uses triangulation. The results of this study indicate that civics education has three important efforts to prevent extremism and radicalism among youth, namely: 1) Instilling the good values of Pancasila, 2) Encouraging tolerance and inclusiveness, 3) Improving critical thinking.
Keywords— Civic Education, Extremism, Radicalism
References
Amanda, A., Sani, S. L., Hudi, I., Ningsih, D. W., Novita, D. C. (2024). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan kewarganegaraan aktif dikalangan remaja. JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA), 2(7), 1-15. https://doi.org/10.62281/.
Angraini, R. (2017). Karakteristik media yang tepat dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai. Journal of Moraland Civic Efucation, 1(1), 14-24. https://doi:10.24036/8851412020171116.
Apriliani, M., Putri, S. A., & Unzzila, U. (2024). Peningkatan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui model pembelajaran kolaborasi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 1-9. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.493.
Arianti, A., Salsabilla, E., Adhim, M. F., Hendri, N. A. W., Fitri, N. A., Febriani,S.,& Hudi, I. (2024). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam mencegah radikalisme di kalangan remaja gen z. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 1(3), 226-232. https://doi.org/10.62383/katalis.v1i3.592.
Asrori, A. (2015). Radikalisme di Indonesia: antara historisitas dan antropisitas. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2), 253-268. https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.331.
Budiman, A., Al-afghani, M. T., & Sansayto, M. A. (2024). Menanggulangi ekstremisme melalui pendidikan agama: strategi untuk mendorong moderasi di sekolah. AKSIOLOGI : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(2), 31-43. https://doi.org/10.47134/aksiologi.v5i1.210.
Cahyanti, A., S., & Sabardila, A. (2020). Analisis penggunaan kalimat sarkasme oleh netizen di media sosial instagram. Lingua Franca: Jurnal bahasa, sastra, dan pengajarannya, 4(2), 186-195. https://doi.org/10.30651/lf.v4i2.5094.
Calvita, C., Cencysta, M., Butar, C. G. B. B. (2024). Menanggapi pluralisme dalam masyarakat modern: peran demokrasi, pancasila, dan penanggulangan ekstrimisme politik. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniors, 4(1), 184-192. https://ejournal.penerbitjurnal.com/index.php/humaniora/article/view/734.
Gunawan, R. Z., & Najicha, F. U. (2022). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter moral pelajar di era modern. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 422-427. https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2507.
Haq, R. (2022). Pancasila sebagai ideologi dan karakteristik pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Didactica: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2), 52-56. https://doi.org/10.56393/didactica.v2i2.1149.
Hariyanto, H. (2021). Pengembangan karakter pada peserta didik melalui pendidikan kewarganegaraan. Educational Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 1(2), 92-98. https://doi.org/10.51878/educational.v1i2.204.
Hikmah, Y. D., & Hasanudin, C. (2024, June). Eksplorasi konsep matematika dalam pembelajaran di sekolah dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 316-324). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2382/pdf.
Irsyadunnas, I. (2018). Radikalisme pesantren: studi terhadap pesantren darul wahyain Magetan. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 17(1), 16-29. https://doi.org/10.18592/jiu.v17i1.2191.
Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., & Fitriasari, S. (2024). Peran pendidikan kebinekaan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 15-29. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10192.
Jalil, A. (2021). Aksi kekerasan atas nama agama: telah terdapat fundamentalisme, radikalisme, dan ekstremisme. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan, 9(2), 229-234. https://doi.org/10.36052/andragogi.v9i2.251.
Khir, M. F. A. (2017). Mengdepani ekstremisme: pengajaran daripada sejarah kemunculan khawarij (menghadapi ekstremisme: hikmah dari sejarah munculnya khawarij). Jurnal Al-Tamaddun, 12(2), 115-125. https://doi.org/10.22452/JAT.vol12no2.9.
Kurniawan, I. (2020). Memaknai radikalisme di Indonesia. Ta'lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 3(1), 70-82. https://doi.org/10.52166/talim.v3i1.1848.
Laba, E. B., & Saingo, Y. A. (2023). Pengayam tapi persaudaraan dengan nilai pancasila sebagai upaya menangkal ekstremisme agama di Indonesia. Adijaya Jurnal Multidisiplin, 1(6), 1164-1177. https://e-journal.naureendigition.com/index.php/mj.
Latifah, N. (2024). Peran pendidikan agama Islam Dalam memerangi intoleransi dan ekstremisme di Indonesia. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 11(4), 154-162. https://doi.org/10.69896/modeling.v11i4.2641.
Lubis, D., & Siregar, H. S. (2020). Bahaya radikalisme terhadap moralitas remaja melalui teknologi informasi (media sosial). APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 20(1), 21-34. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v20i1.2360.
Maisari, A. (2025). Tantangan radikalisme dan ekstremisme: kajian kritis terhadap ekstremisme perspektif moderasi beragama. Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam, 7(2), 146-158. https://doi.org/10.22373/tadabbur.v7i2.883.
Mantri, Y. M., Ramdani, D., Ginanjar, D.(2024). Peran pendidik kewarganegaraan guna mencegah radikalisme. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 7(9), 9474-9479. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5281.
Masruraini, M., Amri, M., Santalia, I. (2022). Akar permasalahan radikalisme dan dampaknya terhadap perkembangan Islam. MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis, 2(3), 341-351. https://www.mushafjournal.com/index.php/mj/article/view/79/59.
Mustajib, M., & Ansori, M. (2025). Mencegah paham radikalisme mahasiswa: sebuah model pengembangan kurikulum berbasis aswaja dan kepesantrenan di perguruan tinggi. Di rasah: Jurnal Study Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 371-380. https://doi.org/10.58401/dirasah.v8i1.1856.
Nasution, H., Lubis, A. R. (2025). Peran moderasi Islam dalam mencegah ideologi ekstremisme di Indonesia. Moderasi: Journal of Islamic Studies, 5(1), 59-72. https://doi.org/10.54471/moderasi.v5i1.91.
Puspita, W. R., & Hasanudin, C. (2024, June). Strategi untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar matematika siswa sekolah dasar melalui metode drill. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 1552-1561). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2585.
Ramadhan, D. E., Saputra, A. D., & Hamid, S. A. (2024). Peran pendidikan kewarganegaraan terhadap partisipasi politik remaja. Journal Humaniora: Jurnal Hukum dan Ilmu Sosia, 2(2), 1-7. https://doi.org/10.37010/hmr.v2i2.48.
Sunaryati, T., Sudharsono, M., & Priandini, N. O. (2022). Meningkatkan karakteristik siswa melalui metode role play dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. IKODA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3(1), 32-39. https://doi.org/10.37366/jpgsd.v3i01.1062.
Taufani, T. (2019). Radikalisme islam: sejarah, karakteristik, dan dinamika dalam masyarakat multikultural di Indonesia. Asketik: Jurnal Agama & Perubahan Sosial, 3(2), 111-131. https://doi.org/10.30762/asketik.v3i2.1535.
Tektonan, R. I. (2022). Kebijakan pendidikan kewarganegaraan dalam era disrupsi globalisasi. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 6(1), 73-85. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.6.
Thoyyib, M. (2018). Radikalisme Islam di Indonesia. TA'LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(1), 90-105. https://doi.org/10.52166/talim.v1i1.636.
Umaroh, C., & Hasanudin, C. (2024, June). Teori bilangan: Mengenalkan jenis-jenis bilangan pada anak usia dasar. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 2, No. 1, pp. 370-378). https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNGK/article/view/2457/pdf.
Widiarni, F., Fitri, V. Y., & Mashyuri, M. (2024). Ekstremisme dan radikalisme: penyebab, dan solusi berkelanjutan. Indonesia Journal of Education and Development Research, 3(1), 174-183. https://rayyanjurnal.com/index.php/IJEDR/article/view/4510.
Yunus, A. F. (2017). Radikalisme, liberalisme, dan terorisme: pengaruh terhadap agama IsIam. Jurnal Studi Al-Qur’an, 13(1), 76-94. https://doi.org/10.21009/JSQ.013.1.0676Jurnal.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.