Analisis Penyimpangan Maksim Kesantunan dalam Interaksi Guru dan Siswa Kelas VII pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Jatirogo

Authors

  • Lyli Su’udia
  • Muhamad Sholehhudin
  • Abdul Ghoni Asror

DOI:

https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.4994

Keywords:

Politeness, Maxim deviations, Teacher-student interaction, Pragmatics, Indonesian language learning

Abstract

abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk penyimpangan maksim kesantunan berbahasa dalam interaksi guru dan siswa kelas VII pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Jatirogo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode simak, rekam, dan catat. Data berupa tuturan lisan guru dan siswa yang dikumpulkan melalui observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam maksim kesantunan Leech, hanya tiga maksim yang mengalami penyimpangan, yaitu maksim penghargaan (13 data), maksim kecocokkan (7 data), dan maksim kesimpatian (4 data). Penyimpangan paling dominan terjadi pada maksim penghargaan yang diwujudkan dalam bentuk sindiran, ejekan, dan tindakan merendahkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa komunikasi guru-siswa di kelas cenderung mengabaikan prinsip kesantunan, yang berpotensi menghambat terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan produktif.

Kata kunci—kesantunan berbahasa, penyimpangan maksim, interaksi guru dan siswa, pragmatik, pembelajaran bahasa indonesia

 

Abstract— This study aims to analyze the forms of deviations in politeness maxims in the interactions between teachers and seventh-grade students in Indonesian language learning at SMPN 1 Jatirogo. The approach used was qualitative, using the listening, recording, and note-taking method. Data consisted of teacher and student oral speech collected through direct observation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that of Leech's six politeness maxims, only three were violated: the maxim of appreciation (13 data points), the maxim of appropriateness (7 data points), and the maxim of sympathy (4 data points). The most dominant deviations occurred in the maxim of appreciation, which were manifested in the form of sarcasm, mockery, and demeaning actions. These findings indicate that teacher-student communication in the classroom tends to ignore the principles of politeness, which has the potential to hinder the creation of a harmonious and productive learning environment.

Keywords— Politeness, Maxim deviations, Teacher-student interaction, Pragmatics, Indonesian language learning

References

Asror, A. G., Mujahidin, A., Ismaya, H., Noeruddin, A., & Setiyono, J. (2018). Penanaman Karakter Kesantunan Bahasa Pada Siswa MTs. Bahrul Ulum Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 105-113. Retrieved: https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/loyal/article/view/322/273.

Bukangtonung, M., Djawa, A., & Nitbani, S. H. (2025). KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMPN 20 KOTA KUPANG. Jurnal Lazuardi, 8(2), 116-142. https://doi.org/10.53441/jl.Vol8.Iss2.170.

Hidayatulloh, M. R., Sholehhudin, M., & Udin, S. (2025, May). Studi Fenomena Alih Kode dan Campur Kode pada Podcast Malaka Project di YouTube. In Seminar Nasional Inovasi pendidikan dan Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 216-222). Retrieved: https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/Smpipp/article/view/3128/pdf.

Ikhsan, K. N. (2024). Etika, Moral Kesantunan Berbahasa. LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(1), 14-19. https://doi.org/10.51878/language.v4i1.2811.

Laily, I. F. (2015). Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 2(1). Retrieved: https://ftk.uinbanten.ac.id/journals/index.php/primary/article/view/412.

Liani, A., & Dafit, F. (2023). Kesantunan berbahasa dalam pembelajaran siswa di kelas rendah Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7247-7259. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5779.

Liani, A., & Dafit, F. (2023). Kesantunan berbahasa dalam pembelajaran siswa di kelas rendah Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7247-7259. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5779.

Mahmudi, A. G., Irawati, L., & Soleh, D. R. (2021). Kesantunan berbahasa siswa dalam berkomunikasi dengan guru (Kajian pragmatik). Jurnal Deiksis, 13(2), 98-109. https://doi.org/10.30998/deiksis.v13i2.6169.

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1-10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8.

Mardiyah, M. (2016). Kesantunan berbahasa Indonesia dalam berkomunikasi dosen dan mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 3(1), 45-62. https://doi.org/10.24042/terampil.v3i1.1329.

Nafi'a, I., Masrukhin, & Gumiandari, S. (2022). Penyimpangan etika berbahasa dalam interaksi siswa berstatus santri dengan guru antara di sekolah dan pesantren. EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 11(1), 104-120. http://dx.doi.org/10.24235/ibtikar.v11i1.10745.

Pradnyani, N. L. P. B., Laksana, I. K. D., & Aryawibawa, I. N. (2019). Kesantunan Berbahasa Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Utara. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(2), 91-96. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v8i2.21374.

Pramujiono, A., Suhari, S. H., Rachmadtullah, R., Indrayanti, T., & Setiawan, B. (2020). Kesantunan Berbahasa, Pendidikan Karater, Dan Pembelajaran Yang Humanis. Indocamp.

Rahardi, R. K. (2020). Kesantunan berbahasa dalam perspektif pragmatik: Implementasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa dan Seni, 48(1), 23-35. Retrieved: https://journal.um.ac.id/index.php/jbs/article/view/14532.

Rivaldi, V. (2025). ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA GURU DAN SISWA KELAS XI SMAN 1 SERASAN TIMUR KABUPATEN NATUNA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 14(9), 1440-1452. https://doi.org/10.26418/jppk.v14i9.95410.

Rostina, R. (2024). Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia Sebagai Alat Komunikasi. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(9). https://doi.org/10.5281/zenodo.13285281.

Sapphine, R. V. (2024). Efektivitas komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam sistem pembelajaran. Jurnal Sosial dan Sains, 4(8), 810-822. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v4i8.1514.

Septiana, I., Muhajir, & Ripai, A. (2025). Riset UPGRIS ungkap pentingnya pragmatik dalam komunikasi guru dan siswa. Dipublikasikan di Universitas PGRI Semarang. Retrieved: https://indoraya.news/riset-upgris-ungkap-pentingnya-pragmatik-dalam-komunikasi-guru-dan-siswa

Septiana, I., Muhajir, & Ripai, A. (2025). Riset UPGRIS ungkap pentingnya pragmatik dalam komunikasi guru dan siswa. Dipublikasikan di Universitas PGRI Semarang. Retrieved: https://indoraya.news/riset-upgris-ungkap-pentingnya-pragmatik-dalam-komunikasi-guru-dan-siswa

Setyawati, N., Indrariani, E. A., Lestari, S., & Murniati, N. A. N. (2025). Pelatihan Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Komunikasi di Lingkup Sekolah. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(2), 1177-1187. https://doi.org/10.34697/jai.v5i2.1686.

Suryana, E. A. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah, dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1917-1928. http://dx.doi.org/10.58258/jime.v8i3.3494.

Tarigan, Y. H. B., Cipta, N. H., & Rokmanah, S. (2023). Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Pada Kegiatan Pemebelajaran Sekolah Dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 829-842. Retrieved: https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/2032.

Yono, D. (2021). Kesantunan berbahasa siswa SMP melalui media sosial WhatsApp: Kajian pragmatik. Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik, 2(6), 849-856. Retrieved: https://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/98893412975002888.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles