Klasifikasi Jenis Kesulitan Belajar Siswa SMP terhadap Materi Statistika

Penulis

  • Riska Annisa IKIP PGRI Bojonegoro
  • Khusnatun Nikmah IKIP PGRI Bojonegoro
  • Ria Kartika Sari IKIP PGRI Bojonegoro
  • Dian Ratna Puspananda IKIP PGRI Bojonegoro

Kata Kunci:

Kesulitan Belajar, Jenis Kesulitan, Siswa SMP, Statistika

Abstrak

abstrak— Peserta didik pada jenjang SMP berada pada fase perkembangan kognitif yang masih bergerak dari kemampuan berpikir konkret menuju pemikiran formal. Sejalan dengan kondisi perkembangan kognitif tersebut, siswa mengalami berbagai kesulitan dalam mempelajari matematika Kesulitan belajar itu semakin terlihat jelas saat siswa memasuki bab statistika, sebab materi ini menuntut pemahaman yang menyatu serta kemampuan mengaitkan berbagai bentuk penyajian data. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan analisis yang bukan hanya mengidentifikasi kesalahan siswa, tetapi juga mengklasifikasikan jenis kesulitan belajar yang muncul pada materi statistika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa SMP dalam materi statistika. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa klasifikasi jenis kesulitan belajar siswa pada materi statistika terbagi menjadi tiga, yaitu kesulitan konseptual, prosedural, dan interpretatif. Berdasarkan data yang diperoleh, kesulitan interpretatif menjadi yang paling dominan dengan persentase 59%, diikuti kesulitan prosedural yang berada pada kategori sedang sebesar 23%, serta kesulitan konseptual yang termasuk kategori rendah dengan persentase 18%.

Kata kunci— Kesulitan Belajar, Jenis Kesulitan, Siswa SMP, Statistika

 

Abstract— Junior high school students are in a phase of cognitive development that is still moving from concrete thinking to formal thinking. In line with this cognitive development, students experience various difficulties in learning mathematics. These learning difficulties become even more apparent when students enter the statistics chapter, because this material requires integrated understanding and the ability to relate various forms of data presentation. Based on these problems, an analysis is needed that not only identifies students' mistakes but also classifies the types of learning difficulties that arise in statistics. The purpose of this study is to identify the difficulties experienced by junior high school students in statistics. The method used in this study is descriptive quantitative. The results of this study explain that the classification of types of learning difficulties experienced by students in statistics material is divided into three, namely conceptual, procedural, and interpretive difficulties. Based on the data obtained, interpretive difficulties were the most dominant with a percentage of 59%, followed by procedural difficulties, which were in the moderate category at 23%, and conceptual difficulties, which were in the low category, with a percentage of 18%.

Keywords— Learning Difficulties, Types of Difficulties, Junior High School Students, Statistics         

Referensi

Abdurrahman, M. (2012). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin, M. F. (2020). Kesulitan belajar siswa dan penanganannya pada pembelajaran matematika sd/mi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(5), 989-1000. https://doi.org/10.47492/jip.v1i5.181.

Febrianti, V., & Chotimah, S. (2020). Analisis kesulitan pada materi statistika kelas VIII siswa SMP. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 3(5), 559-566. https://doi.org/10.22460/jpmi.v3i5.p%25p.

Hamid, A. (2025). Analisis Faktor Penyebab miskonsepsi Mahasiswa pada Materi Aljabar: Perspektif Kognitif dan Pedagogis. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 4(2), 71-80. https://doi.org/10.53696/venn.v4i2.264.

Isnawati, I., Jalinus, N., & Risfendra, R. (2020). Analisis Kemampuan Pedagogi Guru SMK yang sedang Mengambil Pendidikan Profesi Guru dengan Metode Deskriptif Kuantitatif dan Metode Kualitatif. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 20(1), 37–44. https://doi.org/10.24036/invotek.v20i1.652

Latifah, T., & Afriansyah, E. A. (2021). Kesulitan dalam kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika. Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME), 3(2), 134-150. https://doi.org/10.37058/jarme.v3i2.3207.

Maya, R., & Setiawan, W. (2018). Analisis kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi statistika. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 1(6), 1095-1104. https://doi.org/10.22460/jpmi.v1i6.p1095-1104.

Nasriadi, A. (2016). Berpikir reflektif siswa smp dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gaya kognitif. Numeracy, 3(1), 15-26. https://doi.org/10.46244/numeracy.v3i1.195.

Novitasari, A., & Fathoni, A. (2022). Peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika sekolah dasar. Jurnal basicedu, 6(4), 5969-5975. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3168.

Ratuanik, M., Watunglawar, Y., & Nay, F. A. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa Kelas VIII: Artikel Leibniz. Leibniz: Jurnal Matematika, 1(2), 12-26. https://doi.org/10.59632/leibniz.v1i2.52.

Sabirin, M. (2014). Representasi dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 33-44. https://doi.org/10.18592/jpm.v1i2.49.

Diterbitkan

2025-12-01

Terbitan

Bagian

Articles