Pemerolehan Bahasa Anak Usia Dini: Kajian Pemerolehan Kosakata dan Tuturan pada Anak Usia 2 Tahun 4 Bulan

Penulis

  • Andini Rahmawati Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Astuti Dwi Utami Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Bagiya Bagiya Universitas Muhammadiyah Purworejo

Kata Kunci:

pemerolehan bahasa, fonologi anak, kosakata anak, perkembangan bahasa, psikolinguistik

Abstrak

abstrak—Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemerolehan bahasa seorang anak usia 2 tahun 4 bulan melalui analisis kosakata, proses fonologis, dan tuturan yang muncul dalam interaksi alami sehari-hari. Data diperoleh melalui observasi langsung, pencatatan tuturan, dan dokumentasi percakapan selama 22 September–5 November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak telah memperoleh kosakata kategori nomina, verba, adjektiva, dan numeralia, dengan dominasi nomina sebagai bentuk kosakata konkret yang paling mudah diserap. Proses fonologis yang ditemukan meliputi reduksi suku kata, substitusi fonem, pelesapan bunyi awal/akhir, dan penyederhanaan kluster konsonan, yang merupakan ciri khas perkembangan fonologi anak usia 2–3 tahun. Selain itu, kemampuan pragmatik anak berkembang baik, ditandai dengan kemampuan menjawab pertanyaan, menamai objek, mempertahankan topik, serta mengikuti alur percakapan sederhana. Temuan ini sejalan dengan teori pemerolehan bahasa pertama menurut Clark dan Owens serta menegaskan peran dominan lingkungan keluarga dalam perkembangan bahasa anak usia dini.

Kata kuncipemerolehan bahasa, fonologi anak, kosakata anak, perkembangan bahasa, psikolinguistik.

 

Abstract—This study aims to describe the language acquisition of a 2-year-and-4-month-old child by analyzing vocabulary development, phonological processes, and spontaneous speech observed in natural daily interactions. Data were collected through direct observation, speech notation, and conversational documentation from 22 September to 5 November 2025. The findings reveal that the child has acquired vocabulary in the categories of nouns, verbs, adjectives, and numerals, with nouns dominating due to their concrete and frequently encountered nature. Observed phonological processes include syllable reduction, phoneme substitution, sound deletion, and consonant cluster simplification, which are typical of children aged 2–3 years. The child also demonstrates developing pragmatic abilities, as shown by appropriate responses to questions, accurate object labeling, topic maintenance, and the ability to follow simple conversational exchanges. These results align with first language acquisition theories proposed by Clark and Owens and emphasize the crucial role of the family environment in shaping early linguistic development.

Keywordslanguage acquisition, child phonology, early vocabulary, language development, psycholinguistics.

Referensi

Creswell, J. W. (2020). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dardjowidjojo, S. (2018). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia.

Hoff, E. (2021). Language Development (7th ed.). Cengage Learning.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Owens, R. E. (2020). Language Development: An Introduction (10th ed.). Pearson.

Putri, N. H. (2023). Pola fonologis anak usia 2–4 tahun dalam konteks pemerolehan bahasa pertama. Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 7(1), 25–38.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Yuliana, R., & Pratiwi, N. (2021). Pemerolehan bahasa anak usia dini dalam konteks interaksi keluarga. Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 5(1), 12–20.

Diterbitkan

2025-11-15

Terbitan

Bagian

Articles