Alih Kode dan Campur Kode Antara Guru dan Siswa Saat Pembelajaran di SMP

Zahra Nahima Kumala Dewi, Amelya Widya Putri, Dwi Kumala Sari, Diajeng Sintya Alfi Praharsari, Eko Dwi Sumaryanti, Kaifiyatika Nur Sayyidah, Abdul Ghoni Asror

Abstract


abstrak— Penelitian ini di rancang untuk memberikan penjelasan tentang alih kode dan campur kode yang digunkan guru dan siswa selama pembelajaran. Alih kode dapat terjadi atar ragam, gaya ataupun bahasa. Sedangkan campur kode adalah percampuran anatara dua bahasa atau lebih saat bertutur. Sasaran subjek digunakan dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Bubulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Dengan langkah awal pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Lalu data dianalisis menggunakan pendekatan studi kasus memusatkan objek tertentu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengaruh alih kode dan campur kode terbagi menjadi dua yaitu pengaruh negatif dan pengrauh positif. Pengaruh negatif dari adanya alih kode dan campur kode yaitu cara bicara siswa kepada guru cenderung menggunakan bahasa tidak sopan. Sedangkan pengaruh positif dari adanya alih kode dan campur kode yaitu mempermudah guru saat berinteraksi dengan siswa pada penyampaian materi  secara kontekstual sehingga siswa dapat mudah memahami  materi.

 

Kata kunci— Alih kode dan Campur kode

 

 

abstract— this research is designed to provide an explanation of code switching and code mixing used by teachers and students during learning. Code switching can occur between styles, styles or languages. Whereas code mixing is a mixing of two more languages when speaking. The target subjects used in SMP Negeri 1 Bubulan. The method used in this study is a qualitative method. With the initial step of collecting data through interviews, observation, documentation. Then the data were analyzed using a case study approach focusing on a particular object. The results of the study show that the effects of alib code and code mixing are divided into two, namely negative and positive influences. The negative effect of code switching and code mixing is that way students to teachers speak tends to use impolite language. While the positive influence of code mixing is that it makes it easier for teachers to interact with students in delivering material contextually so that students can easily understand the material.

 

Keywords— Code switching and Code mixing

 

 

 


Keywords


Code switching and Code mixing

Full Text:

PDF

References


Anggito, Albi & Johan Setiawan, S.Pd. (2018) “Metodologi Penelitian Kualitatif” Sukabumi, CV Jejak, 24-26 https://www.google.co.id/books/edition/Metodologi_penelitian_kualitatif/59V8DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=metode+kualitatif&printsec=frontcover

Chaer,A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. (No Title).

Edi, Fandi Rosi Sarwo (2016) “Teori Wawancara Psikodignostik” Yogyakarta, PT Leutika Nouvalitera, 1 https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=uS96DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=pengertian+wawancara&ots=zIXdtQBb2j&sig=aDW77v2ZtBPGytkyeati13P8ga8&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20wawancara&f=false

Ekawati, M. (2020). Interaksi Tuturan Ekspresif Bahasa Indonesia. Kediri, Indonesia: Lembaga Chakra Brahmana Lentera.

Gayatri, N.L.A., Sudiana, I.N., Indriani, M.S., & Hum, M. (2016). Alih kode dan campur kode guru dalam pembelajaran bahasa indonesia Kelas VII SMP Negeri 4 Kabutambahan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2).

Jannah, M.B., & Anggraini, D. (2023). Alih kode dan campur kode pada tuturan guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa indonesia di kelas X SMA Negeri 1 2X11 Kayutanam. Education: Journal of Education and Humanities, 1(1), 65-73. DOI: https://doi.org/10.59687/educaniora.v1i1.10

Ni’matuzahroh, SPsi, M.Si, dkk (2018) “Observasi Teori dan Aplikasi dalam Psikologi” Malang, Universittas Muhammadiyah Malang, 1. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=CMh9DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=pengertian+observasi&ots=FI592mRE0c&sig=gbCLNhZ-JQRqncbSBNzst6JHRE0&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20observasi&f=false

Ninsi, R.A., & Rahim, R.A. (2020). Alih kode dan campur kode pada peristiwa tutur guru dan siswa kelas X SMA Insan Cendekia Syekh Yusuf. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 35-46. DOI: https://doi.org/10.46918/idiomatik.v3i1.646

Prof. Dr. A. Muri Yusuf, M.Pd. (2016) “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan”, Jakarta, Kencana, 44-45 https://www.google.co.id/books/edition/Metode_Penelitian_Kuantitatif_Kualitatif/RnA-DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=metode+kualitatif&printsec=frontcover

Rulyadi, R., Rohmadi, M., & Sulistyo, E.T. (2014). Alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa indonesia di SMA. Paedagogia, 17(1), 27-39. https://jurnal.uns.ac.id/paedagogia

Suparman, S. (2018). Alih kode dan campur kode antara guru dan siswa SMA Negeri 3 Palopo. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra 4.1 (2018): 43-52. DOI: http://dx.doi.org/10.30605/onoma.4.1.2018.1412

Suwandi, S.( 2010). Serba Linguistik (Mengupas Pelbagai Praktik Bahasa). Surakarta, Indonesia: Universitas Sebelas Maret


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Nasional Daring: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.