Bahasa, Gender, dan Kekuasaan: Analisis Sosiolinguistik terhadap Relasi Sosial dalam Tuturan

Authors

  • Mutiara Retno Damayanti IKIP PGRI Bojonegoro
  • Cholinda Rahma Septi Lina IKIP PGRI Bojonegoro
  • Martinus Seriandika Saputra IKIP PGRI Bojonegoro
  • Dian Sasmita IKIP PGRI Bojonegoro
  • Masnuatul Hawa IKIP PGRI Bojonegoro

Keywords:

Sosiolinguistik, bahasa dan gender, kekuasaan sosial, relasi sosial, analisis wacana kritis

Abstract

abstrak—Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara bahasa, gender, dan kekuasaan dalam tuturan melalui perspektif sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian berupa teks atau tuturan yang diambil dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, berita, dan karya sastra yang merepresentasikan relasi sosial melalui bahasa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap (SLC) dan catat, di mana peneliti tidak hanya menyimak tetapi juga terlibat dalam percakapan sebagai bagian dari interaksi tuturan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori sosiolinguistik dan analisis wacana kritis. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teori, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) representasi gender dalam penggunaan bahasa mencerminkan konstruksi sosial dan budaya yang melekat pada identitas penutur, (2) bahasa berfungsi sebagai sarana kekuasaan dan dominasi sosial melalui pilihan kata, intonasi, dan gaya berbicara yang merepresentasikan hierarki sosial, dan (3) implikasi sosial menunjukkan bahwa bahasa berperan penting dalam membentuk persepsi terhadap kesetaraan gender dan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen ideologis yang membentuk dan mempertahankan relasi sosial dalam masyarakat.

Kata kunci—sosiolinguistik, bahasa dan gender, kekuasaan sosial, relasi sosial, analisis wacana kritis

 

Abstract— This study aims to analyze the relationship between language, gender, and power in utterances through a sociolinguistic perspective. The study employed a qualitative approach with library research design. Research data consisted of texts or utterances taken from various literature sources such as books, journals, news, and literary works representing social relations through language. Data collection was conducted using participant observation and note-taking techniques, where researchers not only listened but also participated in conversations as part of speech interactions. Data analysis was performed descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on sociolinguistic theory and critical discourse analysis. Data validity was ensured through source, theory, and method triangulation. The results revealed three main findings: (1) gender representation in language use reflects social and cultural constructions attached to speaker identity, (2) language functions as a means of power and social domination through word choices, intonation, and speaking styles that represent social hierarchy, and (3) social implications indicate that language plays an

 

important role in shaping perceptions of gender equality and power distribution in society. This study concludes that language is not merely a communication tool, but an ideological instrument that shapes and maintains social relations in society.

Keywords—sociolinguistics, language and gender, social power, social relations, critical discourse analysis

References

Afifah, N. (2024). Mengkaji ulang stereotip gender: Eksplorasi stereotip gender dalam konteks budaya matrilineal Minangkabau. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 26(1), 93-104. https://doi.org/10.26623/jdsb.v26i1.9779.

Amin, M. F. (2014). Bahasa dan ideologi: mengungkap ideologi dan kekuasaan simbolik di balik penggunaan bahasa (kajian teks media melalui analisis wacana kritis). HUMANIKA, 19(1), 42-58. https://doi.org/10.14710/humanika.19.1.42-58.

Amin, S. (2015). Tafsir keadilan sosial dan semangat gender. Akademika Jurnal Pemikiran Islam, 20(2), 277-294. https://e-journal.metrouniv.ac.id/akademika/article/view/447.

Arofah, L. (2022). Wacana kesetaraan gender studi pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 1(1), 44-59. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/padaringan/article/view/3021.

Astuti, D. (2021). Menakar fungsi organisasi perempuan dalam persepektif kesetaraan gender. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(1), 42-51. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP-IPS/article/view/2812.

Aula, M. R. (2023). Isu gender mengenai keterwakilan perempuan dalam kehidupan politik di Indonesia. Jurnal Politikom Indonesiana, 8(2), 186-201. https://journal.unsika.ac.id/index.php/politikomindonesiana/article/view/9859.

Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaniago, H. N. (2015). Gerakan sosial berbasis gender di media sosial: Tinjauan sosiologis terhadap kampanye# MeToo dan# NikahMuda. Nizamiyah: Jurnal Sains, Sosial dan Multidisiplin, 1(1), 28-41. https://doi.org/10.64691/nizamiyah.v1i1.36.

Damanik, F. H. S. (2024). Menanamkan nilai kesetaraan gender dalam hubungan berpacaran melalui pembelajaran sosiologi di denjang Sekolah Menengah Atas. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 771-778. https://doi.org/10.58230/27454312.376.

Eriyanti, L. D. (2016). Pemikiran politik perempuan Nahdlatul Ulama (NU) dalam perspektif feminisme: Penelusuran pemikiran mainstream dan non-mainstream. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 20(1), 69-83. https://doi.org/10.22146/jsp.18002.

Ernanda, M. Y. (2023). Feminisme dalam konteks etika kritik dan refleksi terhadap pemahaman tradisional. literacy notes, 1(2), https://liternote.com/index.php/ln/article/view/14.

Gurning, R. A., Sipayung, W. W., Sinurat, E., & Saragih, Y. S. (2024). Analisis sosiolinguistik: Perspektif bahasa dalam masyarakat. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, 1(4), 238-245. https://doi.org/10.62383/realisasi.v1i4.376.

Hamzah, A.(2020). Metode Penelitian Kepustakaan Library Research: Kajian Filosofis, aplikasi, proses, dan hasil penelitian. Malang: Literasi Nusantara Abadi

Haryono, E., Suprihatiningsih, S., Septian, D., Widodo, J., Ashar, A., & Sariman, S. (2024). New Paradigm Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) di Perguruan Tinggi. An-Nuur, 14(1). https://doi.org/10.58403/annuur.v14i1.391

Ibrahim, M. (2025). Bahasa dan Kelas Sosial: Hubungan Antara Pilihan Kata dan Status Sosial. Proceedings Series on Health & Medical Sciences, 7, 114-119. https://doi.org/10.30595/pshms.v7i.1456https://doi.org/10.30595/pshms.v7i.1456.

Janah, M. (2017). Telaah buku argumentasi kesetaraan gender perspektif al-qur’an karya Nasaruddin Umar. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(2), 167-186. https://doi.org/10.21580/sa.v12i2.1707.

Keraf, G. (2007). Komposisi. Jakarta: Nusa Indah

Khoirunnisa, A. (2024). Dinamika feminisme dan perubahan sosial. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(3), 10-34. https://doi.org/10.62281/v2i3.200.

Manalu, Y., Simatupang, R. H., & Silaen, C. F. B. (2024). Kesetaraan Gender Dalam Bingkai Kebinekaan Indonesia. Journal Of Law And Social Society, 1(1), 27-40. https://doi.org/10.70656/jolasos.v1i1.81.

Marhumah, M. (2011). Konstruksi gender, hegemoni kekuasaan, dan lembaga pendidikan. KARSA Journal of Social and Islamic Culture, 1(1), 167-182. https://doi.org/10.19105/karsa.v19i2.64.

Mulyaningsih, S., Baihaqi, A. R., Rifa’ah, R. A., Susanto, H., & Muchlis, M. (2025). Learning Tournament: Inovasi Pembelajaran Kooperatif dalam Konteks Pendidikan Abad 21. At-Tasyrih: jurnal pendidikan dan hukum Islam, 11(1), 316-327. https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i1.306.

Mulyanto, M. R. (2025). Reproduksi kekuasaan dalam identitas gender: Sebuah analisis teoritis terhadap hubungan sosial dan politik. Jurnal Pemikiran, 1(1), 152-167. https://jurnalpemikiranimm.com/index.php/JPIMM/id/article/view/10.

Muslich, M. (2014). Bahasa dan Gender. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, Z. (2007). Bahasa sebagai alat komunikasi politik dalam rangka mempertahankan kekuasaan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(3). https://doi.org/10.22500/sodality.v1i3.5897.

Noorsanti, P. H., & Cholsy, H. (2023). Gaya Interaksi Politikus Indonesia dalam Acara Talkshow di Televisi (Kajian Bahasa dan Gender). Jurnal Wanita Dan Keluarga, 4(1), 15-41. https://doi.org/10.22146/jwk.6379.

Nurbaiti, N. (2020). Kesetaraan gender dalam pola asuh anak perempuan Gayo. Alim, 2(2), 137-150. https://doi.org/10.51275/alim.v2i2.181.

Nurdin, N. (2024). Memahami isu gender dan ketidaksetaraan gender di Indonesia pasca era reformasi: Perspektif pembangunan. Jurnal Ilmiah Global Education, 5(1), 332-343. https://doi.org/10.55681/jige.v5i1.2239.

Salfa, H. N. (2023). Peran sosial perempuan dalam masyarakat dan implikasinya terhadap penempatan perempuan anggota legislatif pada komisi-komisi di DPR RI Periode 2019-2024 [Women’s social role in society and its implication to the division of job of women’s MP]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 13(2), 162-181. http://dx.doi.org/10.22212/jp.v13i2.3163.

Setiawan, E. (2019). Studi pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 14(2), 221-244. https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/yinyang/article/view/3224.

Setiawan, E. (2024). Kesetaraan gender dalam pembangunan pertanian. SETARA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(1), 65-83. https://doi.org/10.32332/jsga.v6i01.8799.

Sugihastuti, & Saptiawan, S. (2010). Gender dan Inferioritas Perempuan: Kritik Wacana Feminis terhadap Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suhra, S. (2013). Kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’ an dan implikasinya terhadap hukum islam. Al-Ulum, 13(2), 373-394. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/193.

Sumarsono. (2010). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sununianti, V. (2024). Relasi kuasa dan perjuangan kesetaraan gender: Narasi perempuan mengelola pertambangan minyak artisanal di Sumatera Selatan. Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 6(2), 245-256. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v6i2.629.

Surya, E. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam politik: Analisis gender dan kekuasaan. literacy notes, 1(2), 100-121. https://liternote.com/index.php/ln/article/view/86.

Susanti, A., & Septiandari, D. (2025). Kemampuan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Mahasiswa Thailand Selatan Materi Perkenalan di Universitas Muhammadiyah Jakarta. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu (Vol. 2, No. 1, pp. 676-682). https://ejournal2.unud.ac.id/index.php/snbi/article/view/880

Tirkantara, I. M. (2025). Kesetaraan gender dalam hukum: Menjembatani kesenjangan antara ketentuan hukum dan praktik sosial. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(3), 11-11. https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i3.3657.

Toty, I. A., Fauziah, F., Dhiya, A. E. P., Taqia, H. K., Suranto, D. A., Utomo, A. P. Y., ... & Astuti, T. (2025). Analisis Tindak Tutur Representatif pada Video Edukasi Psikologis dalam Kanal Youtube Neuron. Student Scientific Creativity Journal, 3(2), 57-77. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v3i2.5508

Zaki, M. (2018). Fenomena kekuasaan politik dan eksistensi gender dalam perkembangan pendidikan. Sophist: Jurnal Sosial Politik, Kajian Islam dan Tafsir 1(1), 1-17. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/sophist/article/view/753.

Zein, S. D. (2024). Wacana kesetaraan gender dalam islam prespektif Muhammad Asad. Muqaddimah: Jurnal Studi Islam, 15(5), 75-90. https://doi.org/10.71247/cehck172.

Downloads

Published

2025-11-15